Antusiasme Tinggi, Nobar Final PSS Dipindah ke Lapangan Denggung
Pemkab Sleman gelar nobar final PSS vs Garudayaksa di Lapangan Denggung. Harda Kiswaya juga imbau kapanewon mengadakan nobar.
Sejumlah wanita tani melakukan penanaman bawang merah musim tanam kedua pada Kamis (1/7) di Padukuhan Malangan, Srigading, Sanden./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Anjloknya harga jual cabai membuat petani berbondong-bondong beralih menanam bawang merah. Kualitasnya yang bagus membuat bawang merah Bantul digemari pasar luar daerah.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Yus Warseno menyebutkan kini banyak petani di berbagai kapanewon yang beralih menaman bawang merah karena harganya sedang bagus. "Petani banyak yang beralih ke bawang merah. Bisa dilihat dari Imogiri, Kretek, Sanden, sampai Srandakan berubah semua itu jadi tanaman bawang merah," tuturnya pada Senin (2/8/2021).
"Karena untungnya lebih banyak. Harganya naik terus kalau untuk bawang merah. Semenjak panen di Nawungan itu, yang lain ikut bergerak terus," ujarnya.
Yus mengatakan bila saat ini rata-rata harga bawang di atas Rp17.000 per kilogram. "Pertama berkembang harganya Rp15.000 per kilogram, tapi sekarang harganya naik terus," tambahnya.
Diminatinya bawang merah dari Bantul didasari kualitas bawang merah hasil panenan petani Bantul yang bagus. Sampai-sampai Yus menyebut kini Bantul menjadi daerah penyangga sentra bawang merah untuk dipasok ke luar daerah. "Produktifitasnya tinggi, kualitasnya bagus, jadi Bantul itu malah dijadikan penyangga pemasaran bawang merah di luar daerah," tandasnya.
"Ketika [bawang merah] Nawungan itu viral, menjadi konsumsi pedagang-pedagang luar daerah. Terbukti di Bantul itu bawang merah kualitasnya bagus. Akhirnya bawang merah di daerah pesisir pun ikut laku, semua. Kalau pakai drone itu semua di pesisir kelihatannya saya cek isinya bawang merah semua," ibuhnya.
Secara kasar, Yus mengatakan rata-rata hasil panen bawang merah di Nawungan mencapai 13 ton per hektare. Padahal setidaknya ada 289 hektare lahan yang ditanami bawang merah di sana. "Bisa dibayangkan ada 3757 ton sekali panen kemarin. Sekarang ini bisa lebih, karena sawah-sawah isinya bawang merah," pungkasnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Imawan Eko Handriyanto menyebutkan penanaman bawang merah di Bantul juga dilakukan saat off season. "Walaupun produktivitasnya tak sebesar musimnya yakni sekitat April sampai Agustus, tapi kita menanam Desember panen, ada yang Januari dan Februari. Kita bisa [panen] sampai 9 - 5 ton," terangnya.
Secara akumuluasi disebutkan Imawan, luasan lahan tanam bawang merah selama off season awal 2021 di Bantul mencapai sekitar 150 hektare. Perincianya, 69 hektare pada Desember 2020 dan 72 hektare di Januari 2021. "Kalau bandingkan tahun lalu relatif lebih bagus. Relatif ya, tapi ada beberapa yang [panennya] naik turun, tapi ini lebih bagus," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman gelar nobar final PSS vs Garudayaksa di Lapangan Denggung. Harda Kiswaya juga imbau kapanewon mengadakan nobar.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.
BI menyebut pelemahan rupiah hingga tembus Rp17.500 per dolar AS dipicu konflik global dan meningkatnya permintaan dolar.