10 Titik Akses Masuk ke Kota Jogja Mulai Dibuka

Sejumlah kendaraan melintas di simpang empat SGM Jalan Kusumanegara, Umbulharjo, Rabu (4/8). Pemkot Jogja mulai membuka sementara sejumlah ruas jalan yang disekat pada penerapan PPKM level 4 di wilayah itu. - Harian Jogja/Yosef Leon.
04 Agustus 2021 10:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO - Pemerintah Kota Jogja membuka sementara penyekatan sejumlah ruas jalan seiring dengan perpanjangan PPKM level 4 yang berjalan hingga 9 Agustus mendatang. Ruas jalan yang sebelumnya ditutup kini mulai dibuka sementara untuk melihat tingkat mobilitas warga.

Pada penerapan PPKM Darurat hingga PPKM level 4 beberapa waktu lalu, Pemkot Jogja sempat menutup 10 ruas jalan untuk mengendalikan angka mobilitas warga guna pencegahan Covid-19. Akses itu mulai dibuka kembali secara sementara sejak Selasa (3/8) malam kemarin untuk melihat tren perkembangan serta grafik mobilitas warga setempat.

BACA JUGA : PPKM Darurat: Sejumlah Ruas Jalan Kota Jogja Ditutup

"Pagi ini akan coba kami amati situasinya seperti apa dengan pengamatan lapangan dan juga perhitungan mobilitas. Dan kami harapkan sebenarnya kesadaran dari masyarakat sendiri untuk mengurangi mobilitas meskipun penyekatan dibuka sementara," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, Rabu (4/8/2021).

Dia menyebut, pemerintah pusat dan daerah memang masih memfokuskan upaya kesehatan untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Hanya saja, situasi di lapangan kadang kala cukup sulit untuk diimplementasikan. Sehingga pemulihan ekonomi dan juga sosial perlahan-lahan ikut pula menjadi perhatian.

"Pilihannya memang serba sulit. Sehingga kolaborasi antara masyarakat dan juga pemerintah itu mestinya bisa seimbang. Artinya sama-sama memahami situasi sekarang," jelas Agus.

Termasuk pula dalam pembukaan sementara pada ruas jalan yang disekat. Menurut Agus, upaya ini merupakan cara pemerintah dalam menyeimbangkan kebijakan. Selain itu, pembukaan juga dimaksudkan untuk melihat tingkat mobilitas dan evaluasi mendetail jika penyekatan jalan kembali dilonggarkan.

BACA JUGA : Tiga Jalan Di Wonosari Ditutup, Ini Lokasinya

"Tapi sepertinya masih perlu dilakukan upaya fisik untuk mengendalikan mobilitas warga. Dan kemungkinan karena melihat eskalasi yang lumayan pada pembukaan tadi, sepertinya perlu kita lakukan rekayasa fisik lagi," katanya.

Hal ini bukan tanpa alasan, Agus melihat penyekatan yang telah mulai dibuka seperti simpang empat Mirota Kampus, simpang Glagahsari, Cendana, Pakualaman, dan lain sebagainya menyebabkan antrean kendaraan kembali meningkat. Untuk itu, pihaknya bakal kembali mengkaji agar penyekatan jalan kembali diberlakukan.

"Tujuan awal pembukaannya kan untuk membuka ruang-ruang lokal tadi supaya bisa normal. Tapi sepertinya di lapangan jadi berbeda, makanya situasi seperti ini kami pikir semua pihak bisa menyikapi secara bijak. Keluar ya hanya untuk kebutuhan primer, yang lainnya ditunda dulu," ungkap dia.

Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, dibukanya penyekatan di sejumlah ruas jalan ditujukan untuk menghitung volume arus kendaraan di wilayah setempat. Dia menambahkan, pembukaan itu sifatnya juga bukan permanen melainkan sementara untuk melihat tingkat mobilitas warga di masa perpanjangan PPKM level 4 ini.

"Ini pembukaan, utamanya untuk menghitung volume kendaraan dan mobilitas saja. Dibuka tadi malam jam 20.00 Wib sampai jam 09.00 Wib pagi ini untuk menghitung mobilitas dan volume kendaraan saja, nanti jam 10.00 Wib ditutup lagi," kata Purwadi.

BACA JUGA : Siap-siap! Dua Ruas Jalan Sudirman Bantul Bakal Ditutup 

Adapun 10 titik jalan yang dibuka itu yakni, Wirobrajan, Pingit, Jetis, Tugu, Mirota Kampus, Gejayan, SGM, Rejowinangun, Tamsis, dan juga Jokteng. "Kami coba melihat upaya dan pengaturan aktivitas serta mobilitas masyarakat yang tepat. Bukan dibuka secara penuh. Ada penghitungan dulu baru nanti disesuaikan," katanya.