2 Pembunuhan Beruntun Terjadi di Sleman, Ini Respons Bupati

Ilustrasi - Freepik
04 Agustus 2021 17:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dalam kurun waktu yang berdekatan, dua pembunuhan terjadi di Kabupaten Sleman, yakni di Ngemplak dan Kalasan. Bupati Sleman Kustini mengecam meminta polisi bergerak cepat dan mengusut tuntas dua kasus tersebut.

“Ini jelas-jelas merupakan sebuah tindakan yang sangat tidak terpuji dan sangat terkutuk. Saya sangat mengecam keras tindakan itu [pembunuhan]. Saya meminta kepolisian untuk bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini,” kata Kustini, Rabu (4/8/2021).

Kasus pembunuhan di Kapanewon Ngemplak memakan korban seorang perempuan berinisial DLP, 21 tahun, yang ditemukan terkubur di Padukuhan Ngemplak Asem, Umbulmartani pada Sabtu (24/7/2021). Saat ditemukan, jasad perempuan asal Kabupaten Klaten itu hanya mengenakan celana dalam dengan luka di kepala akibat hantaman benda tumpul.

Selang empat hari berikutnya pada Rabu (28/7/2021), seorang remaja berinisial YP, 15 tahun, ditemukan meninggal oleh ibunya dengan luka sayatan di tangan, kepala dan perut. Korban yang masih duduk di bangku SMP itu meninggal mengenaskan dengan luka akibat sayatan benda tajam.

Berdasarkan pemeriksaan polisi,kedua kasus pembunuhan tersebut tidak diketahui oleh masyarakat sekitar. Hal ini tentu menjadi perhatian serius mengingat selama pandemi Covid-19, pengetatan, pengawasan dan patroli telah dilakukan dari tingkat padukuhan hingga Kabupaten sudah dilakukan guna meminimalisir mobilitas masyarakat.

Kustini meminta masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekitar masing-masing. 

“Terutama anak-anak harus selalu mendapatkan pengawasan ketat dari orang tuanya agar terhindar dari tindak kejahatan,” katanya.

Dalam waktu dekat, dia akan meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman untuk turun ke keluarga korban YP memberikan pendampingan dan dukungan spiritual keluarga korban.

“Dalam posisi seperti ini pasti keluarga korban syok berat,” ujarnya.