Dukung Kemandirian Difabel, Pemkab Gunungkidul Salurkan Alat Bantu
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Unit Reskrim Polsek Saptosari memburu pencuri kotak infaq di Masjid Al Amin di Dusun Cekel, Kalurahan Jetis, Saptosari, Gunungkidul. Polisi telah menyita satu kendaraan bermotor yang ditinggal pelaku di lokasi pencurian.
Kapolsek SaptosariAKP Awal Mursayanto mengatakan pencurian kotak infaq di Masjid Al Amin terjadi pada Rabu (4/8/2021) dini hari. Aksi ini diketahui oleh warga yang mendengar suara mencurigakan di dalam masjid.
Setelah mengecek, warga tersebut melihat satu sepeda motor yang terparkir halaman masjid. Warga pun mencoba memerika ke dalam masjid, namun pelaku sudah kabur. “Saat dicek kotak infaq sudah dalam keadaan terbuka dan rusak,” katanya.
Awal mengakui akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas.
“Kemungkinan takut ketahuan sehingga motor yang dibawa ditinggalkan begitu saja,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi. Rencananya, polisi melihat CCTV di salah satu toko berjejaring di Kalurahan Jetis. “Untuk mendukung penyelidikan dan mudah-mudahan ada titik temu terkait dengan pelaku pencurian kotak infaq ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyalurkan alat bantu bagi kelompok difabel untuk menunjang aktivitas dan mendorong kemandirian.
Kebakaran Gunungkidul mencapai 154 kasus hingga September 2026 dengan kerugian Rp2,96 miliar dan dua warga meninggal dunia.
Prabowo menyampaikan duka atas kecelakaan Virgo Transport 8 dan meminta investigasi. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Benda merah menyala terlihat di langit Manisrenggo Klaten dan viral. Polisi mengecek dugaan benda tersebut merupakan rocket parachute flare.
Jajal LRT Jakarta bersama Prabowo, penyandang disabilitas, lansia, dan pelajar berbagi pengalaman soal aksesibilitas dan kenyamanan layanan.
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.