Gunung Merapi Bergejolak Dalam 2 Hari Ini

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
06 Agustus 2021 21:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Aktivitas erupsi Gunung Merapi kembali meningkat dalam dua hari terakhir. Pada Jumat (6/8/2021), tercatat Merapi meluncurkan serangkaian awan panas dan lava pijar. Hujan abu juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan awan panas teramati muncul sebanyak tiga kali pada periode pengamatan pukul 06.00 WIB-12.00 WIB. “Dengan jarak luncur maksimal 2 km ke barat daya,” ujarnya.

Sementara lava pijar teramati muncul pada periode pengamatan 00.00 WIB-18.00 WIB, dengan jumlah total sebanyak 27 kali ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 2 km. “Juga terdengar dua kali suara guguran dari Pos babadan,” katanya.

Selain awan panas dan lava pijar, pada hari yang sama BPPTKG juga mendapat laporan adanya hujan abu di sejumlah lokasi. “Berdasarkan laporan warga, hujan abu intensitas sangat tipis terjadi di Turi, Tempel, jalan sekitar Balerante, Kaliurang dan Ngrangkah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Jual Beli Kios Abu Bakar Ali Diduga Gunakan Duit untuk Judi dan Minum Miras

Aktivitas cukup tinggi juga tercatat pada hari sebelumnya, Kamis (5/8/2021), dengan guguran lava pijar sebanyak 36 kali ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 2 km serta awan panas ke arah yang sama sebanyak 6 kali dengan jarak luncur maksimal 2 km.

Dalam laporan mingguannya, BPPTKG mencatat selama 30 Juli hingga 5 Agustus terjadi sebanyak tujuh kali awan panas ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2 km dan 84 kali guguran lava ke arah yang sama dengan jarak luncur maksimal juga 2 km.

Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan 2, menunjukkan kubah lava barat daya bertambah tinggi sekitar 3 meter, dengan volume saat ini sebesar 1,89 juta meter kubik. “Sedangkan volume kubah tengah relatif tetap,” kata dia.

Pada aktivitas kegempaan, dalam sepekan tercatat tujuh kali gempa Awan Panas Guguran (AP), 505 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), lima kali gempa Low Frekuensi (LF), 2.415 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.104 kali gempa Guguran (RF), 145 kali gempa Hembusan (DG) dan sembilan kali gempa Tektonik (TT).