Merapi Muntahkan Awan Panas hingga 3 Kilometer, Sejumlah Lokasi Diguyur Hujan Abu

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
08 Agustus 2021 16:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Serangkaian awan panas dan guguran lava dari Gunung Merapi kembali teramati pada Minggu (8/8/2021). Awan panas yang terjadi cukup besar dengan jarak luncur maksimal tiga kilometer. Tingginya aktivitas erupsi juga menyebabkan terjadinya hujan abu di sejumlah lokasi.

Kepala balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan dalam periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terjadi setidaknya delapan awan panas dan 27 guguran lava.

Awan panas pertama terjadi pada pukul 02.32 WIB, dengan amplitudo 36 mm, durasi 104 detik dan jarak luncur 1,1 km ke arah barat daya. Jarak terjauh terjadi pada awan panas ketiga yang terjadi pukul 04.58 WIB, yakni sejauh 3 km ke arah yang sama. “Dengan amplitudo 20 mm dan durasi 222 detik,” ujarnya.

BACA JUGA: Pasokan Vaksin Tak Lancar Jadi Kendala Pencapaian Target Vaksinasi

Pada periode pengamatan yang sama terjadi guguran lava sebanyak 27 kali dengan jarak luncur maksimal 2 km ke arah barat daya. Hujan abu dilaporkan terjadi di Tlogolele, Klakah Ngisor, Kapuhan, Paten, Ngowok, dan Babadan dengan intensitas tipis.

Pada aktivitas kegempaan antara pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, terjadi sebanyak delapan gempa awan panas guguran, 129 gempa guguran, tujuh gempa hembusan, 108 gempa fase banyak, 33 gempa vulkanik dangkal.

Awan panas dan guguran lava ke arah barat daya ini bersumber dari kubah lava sektor barat daya, yang berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan 2, menunjukkan kubah lava ini volume saat ini sebesar 1,89 juta meter kubik.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Dengan tingkat aktivitas ini, maka status Gunung Merapi saat ini masih Siaga.