Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Anggota Komisi B DPRD DIY Nurcholis Suharman. - Ist/DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Kasus harian Covid-19 di DIY perlahan mulai mengalami penurunan ditambah dengan kesembuhan pasien pun merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian kasus kematian akibat Covid-19 di DIY masih tergolong tinggi. DPRD DIY menyarankan pentingnya evaluasi menyeluruh terkait penanganan Covid-19.
Pada laporan harian, Minggu (8/8/2021) tercatat penambahan kasus positif 1.194 kasus, adapun kesembuhan pasien tercatat 2.090 kasus. Sedangkan untuk pasien meninggal ada 51 kasus dalam sehari kemarin.
BACA JUGA : Kematian Pasien Covid-19 di Jogja Masih Tinggi, Hari Ini 93
“Kita tentu berharap penurunan kasus itu terus terjadi, tetapi kami melihat kasus masih tinggi terutama angka kematian setiap harinya. Sehingga kami menyarankan perlu dilakukan evaluasi kinerja penanganan Covid-19 ini,” kata Anggota Komisi B DPRD DIY Nurcholis Suharman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/8/2021).
Ia mengaku mendapatkan banyak aduan dari masyarakat terkait berbagai persoalan di lapangan, mulai dari warga yang kesulitan mendapatkan bed, kelangkaan oksigen. Kemudian kebutuhan pasien isoman seperti vitamin dan bahan pangan yang sebagian besar masih diupayakan pasien sendiri atau warga sekitarnya.
Belum lagi vaksinasi yang dibutuhkan banyak masyarakat, namun setiap kali ada pendaftaran seringnya kuota sudah penuh. Oleh karena itu evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dalam setiap sektor penanganan Covid-19, apalagi sudah lebih dari setahun lebih proses ini sudah berjalan.
BACA JUGA : Pemda DIY Klaim Kasus Aktif dan Kematian akibat Covid-19
“Kami melihat penanganan lambat, mungkin karena teman-teman di birokrasi sangat hati-hati ketika akan melakukan aplikasi kebijakan d ilapangan sehingga berada dalam lingkaran peraturan birokrasi yang memerlukan waktu lama. Tetapi hal penting yang harus diingat adalah situasi saat ini darurat,” kata Anggota Fraksi Partai Golkar ini.
Nurcholis menyarankan komunikasi dengan Pemerintah Pusat harus terus dilakukan oleh DIY terkait dengan vaksin agar tidak terjadi kekurangan. Pemerintah bisa bekerja sama dengan komunitas hingga ormas terkait kebutuhan sumber daya manusia non-medis untuk pelaksanaan vaksinasi. Banyaknya masyarakat yang saat ini membutuhkan vaksin karena vaksinasi dinilai sebagai upaya pencegahan Covid-19 yang efektif dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun medis.
“Saat ini minat dan antusias masyarakat untuk vaksinasi sangat tinggi sehingga stok harus ada, kita dukungan pemerintah untuk percepatan vaksinasi ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Atta Halilintar membantah foto viral bersama Mercedes Roa sebagai hasil editan AI. Mercedes dan Aurel Hermansyah juga memberikan klarifikasi.
PSS Sleman kalah dari Bali United pada laga perdana. Pieter Huistra berharap PSS Fans kembali memberi energi saat menjamu Madura United.
Harga iPhone Duo di Malaysia dan Singapura mulai Rp40 jutaan. Simak harga tiap kapasitas, jadwal pre-order, spesifikasi, dan aturan IMEI.
Alumni pondok pesantren di Sleman melaporkan dugaan kekerasan seksual yang terjadi dua kali. Polisi kini masih menyelidiki laporan tersebut.
Mercedes mengajukan teknologi mobil yang bisa mengapung dan bergerak di air. Rodanya menjadi penggerak, dilengkapi sensor, GPS, dan pelampung.