Ingin Ambil Oksigen Gratis di Bantul, Ini Lokasinya

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Rahmad
09 Agustus 2021 21:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan Rumah Dinas Bupati Bantul, di Trirenggo, Bantul akan dijadikan sebagai lokasi pendistribusian oksigen gratis dari sisa hasil olahan oksigen generator.

Adapun lokasi penempatan oksigen generator tetap berada di RS Panembahan Senopati. “Mudah-mudahan hari ini sudah jadi. Nanti kami juga akan mengecek ke rumah sakit untuk bisa menyisihkan sebagian alokasi produk oksigen yang dikeluarkan oleh RS Panembahan Senopati,” kata Sekda Bantul Helmi Jamharis, Senin (9/8/2021).

Menurut Helmi, keberadaan oksigen generator yang mampu menghasilkan 30.000 liter oksigen per jam atau 300.000 liter oksigen per hari sejatinya tetap difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dari RS Panembahan Senopati. Hanya saja, sisa produksinya nantinya akan disalurkan melalui tabung berukuran 6 meter dan ditempatkan di rumah dinas Bupati Bantul guna didistribusikan ke masyarakat.

“Namun, sampai saat ini dari RS Panembahan Senopati belum bisa memberikan kepastian berapa tabung yang bisa dimanfaatkan,” jelas Helmi.

BACA JUGA: Jalan Menuju Objek Wista di Bantul Diusulkan Disekat

Selain itu, Helmi juga mengaku belum bisa memastikan apakah Peraturan Bupati Bantul (Perbub) terkait dengan teknis untuk penyaluran oksigen gratis selesai. Ia hanya memastikan jika mekanisme penyaluran akan dibuat sederhana. Di mana, harus ada data warga yang terpapar Covid-19 dan butuh oksigen dan harus ada rekomendasi dari Satgas Covid-19.

“Untuk Perbub mudah-mudahan sudah jadi,” papar Helmi.

Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan jika penyaluran oksigen gratis tidak akan dilakukan di RS Panembahan Senopati, lokasi ditempatkannya oksigen generator. Hal ini dikarenakan pihaknya tidak ingin ada kerumunan yang akan rawan terjadi penularan Covid-19.

“Nanti kami tempatkan di tempat lain, Salah satu alternatif tempatnya di rumah dinas bupati dinas. Dan, karena ini darurat. Kita bikin sesimpel mungkin dan bantuan ini harus tepat sasaran. Apalagi ini pengadaannya dari BTT APBD Bantul 2021," kata Halim.

Oleh karena itu, Halim mengungkapkan, pihaknya meminta kepada satgas Covid-19 kalurahan bisa memastikan dan melakukan verifikasi terkait dengan mereka yang bisa mengakses oksigen gratis tersebut. Satgas Covid-19 kalurahan tidak diperbolehkan memberikan akses kepada warga yang ingin menggunakan oksigen gratis untuk kebutuhan lain, selain penanganan Covid-19 dan kesehatan.

"Tidak boleh untuk ngelas dan perikanan. Ini untuk mengatasi kelangkaan oksigen.Karena kami berharap, pasien covid yang sedang dan berat serta saturasi turun bisa teratasi," harap Halim.