Tenaga Kesehatan di Gunungkidul Bakal Disuntik Vaksin Dosis Ketiga

Ilustrasi. - Freepik
09 Agustus 2021 05:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty memastikan adanya program suntikan dosis ketiga bagi tenaga kesehatan. Rencanya suntikan ulang ini menggunakan vaksin jenis Moderna.

Berdasarkan data yang ada, jumlah tenaga kesehatan yang mendapatkan vaksin sebanyak 3.424 orang. Meski demikian, Dewi belum bisa memastikan berapa jumlah pasti yang akan mendapatkan vaksin dosis ketiga ini.

“Masih didata ulang,” katanya, Minggu (8/8/2021).

Menurut Dewi, suntikan dosis ketiga akan menggunakan vaksin jenis Moderna. Adapun kebijakan ini diambil sesuai dengan instruksi dari Kementerian Kesehatan. Salah satu pertimbangannya, banyak petugas kesehatan yang terpapar Virus Corona sehingga membutuhkan penguatan kekebalan tubuh dengan melaksanakan vaksin ulang.

Baca juga: Sempat Sesak Napas, Prihatin Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Tamu

“Banyak yang terpapar meski sudah mendapatkan vaksin. Jadi, akan dilakukan vaksin ulang,” katanya.

Rencananya pelaksanaan suntikan ini dimulai pada Selasa (10/8/2021). Nantinya petugas medis di lapangan yang mendapatkan prioritas, baru setelah yang berasal dari sumber daya kesehatan. “Besok [hari ini] akan kami lakukan rapat lagi guna memantabkan program vaksinasi ulang bagi petugas medis,” katanya.

Disinggung mengenai jumlah tenaga kesehatan yang terpapar virus corona, Dewi mengakui ada ratusan. Meski demikian, untuk jumlahnya belum bisa memastikan karena data berada di kantor Dinas Kesehatan. “Harus lihat datanya sehingga diketahui pasti jumlahnya. Meski ada yang terpapar, namun hingga sekarang belum ada petugas yang meninggal karena corona,” ungkapnya.

Baca juga: Ini Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Terima Vaksin Moderna

Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, secara total sejak kasus corona masuk ke Indonesia sudah ada sekitar 90 tenaga medis yang tertular virus corona. Dari jumlah ini, sebagian besar sudah dinyatakan sembuh, tapi ada juga yang saat sekarang masih menjalani isolasi. “Ada beberapa tenaga medis yang terkena reinfeksi. Sebab, setelah dinyatakan sembuh terkena virus lagi,” katanya.

Disinggung mengenai pemberian vaksin dosis ketiga untuk tenaga kesehatan, Heru mendukung penuh karena upaya ini sebagai upaya mengurangi risiko penularan. “Tenaga medis paling rentan terpapar, sedangkan dosis vaksin yang diberikan dulu sudah turun kekebalannya sehingga membutuhkan booster untuk peningkatan agar bisa terhindar dari penularan,” katanya.