Sempat Sesak Napas, Prihatin Ditemukan Meninggal Dunia di Ruang Tamu

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
08 Agustus 2021 19:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Mayat perempuan ditemukan di sebuah rumah yang berada di wilayah Pedukuhan II, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, pada Sabtu (7/8/2021). Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, korban sempat mengeluh sesak napas dan tidak nafsu makan.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh polisi, korban diketahui bernama Prihatin, 50, warga Pedukuhan II, Kalurahan Kanoman, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo.

"Korban ditemukan oleh anggota keluarganya pertama kali pada Sabtu (7/8/2021) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergeletak di ruang tamu rumahnya," kata Jeffry pada Minggu (8/8/2021).

Berdasarkan penuturan dari salah seorang anggota keluarga dari korban, beberapa waktu lalu sebelum korban mengembuskan napas terakhirnya, almarhumah sempat bepergian ke wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Menteri Sandiaga Uno Serahkan beasiswa untuk 100 Anak-Anak Pedagang Kecil Terdmapak PPKM

Korban bepergian ke wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sekitar dua pekan sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Usai pulang, korban mengeluh sesak napas dan batuk.

"Sehingga pada Jumat (6/8/2021), keluarga memutuskan untuk membawa korban ke klinik. karena kondisi korban tak kunjung membaik. Seusai diperiksakan korban justru merasa gelisah, tidak bisa tidur," kata Jeffry.

Keesokan harinya pada Sabtu (7/8/2021), mertua korban memutuskan untuk pergi sebentar karena ada urusan. Korban berada di rumah dalam kondisi seorang diri. Saat kembali ke rumah sekitar pukul 11.00 WIB, mertua korban mendapati menantunya telah terbujur kaku.

"Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke jajaran Polsek Panjatan. Polisi yang mendapati kejadian tersebut langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Usai olah TKP, upaya evakuasi korban menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap gua menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Jeffry.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan medis dari tenaga kesehatan yang berada di Puskesmas Panjatan I, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang dialami oleh korban. Kematian korban diduga karena sakit.

"Mengingat ada dugaan paparan virus Covid-19 pada korban, proses pemulasaraan dan pemakaman pun juga dilakukan sesuai protokol kesehatan. Kami sudah serahkan kepada Satgas Covid untuk dilakukan pemulasaraan dan pemakaman sesuai protokol kesehatan,” terang Jeffry.