113 Anak Sleman Kehilangan Orang Tua karena Corona, Pemkab Siapkan Tindakan

Ilustrasi - Freepik
10 Agustus 2021 16:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pandemi Covid-19 telah menimbulkan duka mendalam bagi puluhan anak-anak di Kabupaten Sleman. Banyak anak yang menjadi yatim atau piatu setelah orang tua mereka meninggal akibat terpapar virus Corona.

Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2PKB) Sleman, menyebutkan jumlah anak yang menjadi yatim piatu, yatim dan piatu mencapai 113 anak. Sementara data dari Dinas Sosial Sleman, jumlah anak yatim atau piatu dari keluarga miskin atau rentan miskin mencapai 27 anak.

BACA JUGA: Minta PPKM Dihentikan, Pedagang Angkringan Gugat Jokowi ke PTUN

Jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah karena penyebaran virus yang masih terjadi. Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Sleman akan segera memberikan bantuan pendidikan untuk anak-anak tersebut.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan pendidikan adalah fase untuk menambahkan kecakapan dalam perkembangan kehidupan manusia yang sangat penting bagi mobilitas vertikal masyarakat. “Kami ingin pastikan anak-anak tersebut tetap dapat mengenyam bangku pendidikan. Makanya kami fasilitasi bantuan pendidikan dari mulai SD sampai SMA/SMK,” ujarnya, Selasa (10/8/2021).

Bantuan pendidikan tersebut akan diberikan oleh Dinas Sosial melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Keluarga anak yatim-piatu yang masih ada bisa mengajukan ke Dinas Sosial dan kemudian diverifikasi.

Bantuan pendidikan yang bisa diperoleh untuk anak-anak tersebut maksimal Rp5 juta per tahun. Di samping itu, bantuan sosial sebesar Rp200.000 juga diberikan selama enam bulan untuk anak-anak tersebut. “Selain bantuan pendidikan anak yatim-piatu juga akan mendapatkan bantuan sosial dari JPS juga sebesar Rp200.000. Nanti bisa diregulerkan juga bantuan tersebut sesuai dengan kondisi keluarganya,” katanya.

Kustini meminta Dinas Sosial bergerak cepat memverifikasi data anak-anak di Sleman yang menjadi yatim-piatu agar segera bisa difasilitasi. “Pemberian bantuan pendidikan ini bukan saja menjaga akses pendidikan bagi anak. Tetapi juga menyelamatkan satu generasi di masa mendatang,” kata dia.