Anak Yatim Akibat Covid Akan Diberi Beasiswa hingga Dijamin Kebutuhan Hidupnya

Foto ilustrasi kegiatan anak yatim. - Ist.
10 Agustus 2021 22:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Puluhan anak di Sleman yang ditinggal mati orangtuanya akibat virus Corona akan dijamin pemerintah. Selain akan mendapatkan kebutuhan, anak-anak yatim ini juga mendapatkan beasiswa.

Pekerja Sosial Perlindungan Anak Kementerian Sosial (Kemensos) wilayah Sleman Subaidi mengatakan berdasarakan data sementara yang diperoleh dari Kemensos, terdapat 27 anak yatim di Sleman yang kehilangan orang tuanya setelah meninggal dunia akibat Covid-19. Data tersebut bersumber dari laporan NGO Save Children.

Setelah dilakukan assesment dan kroscek di lapangan, katanya, jumlah anak-anak yang ditinggal mati oleh orang tuanya bertambah. Alasannya, daftar anak yatim yang masuk ke Kemensos tidak dilengkapi dengan data saudaranya.

BACA JUGA : Tragis, 142 Anak di Jogja Mendadak jadi Yatim Piatu Akibat

"Jadi setelah kami cek ke lapangan, berkunjung ke rumah anak itu, ternyata punya saudara lagi. Tapi tidak tercatat," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (10/8/2021).

Dari 27 daftar nama anak yatim yang diterima, jumlahnya bertambah menjadi 43 anak. Penambahan jumlah tersebut, berasal dari saudara kandung. Subaidi memastikan, anak-anak tersebut anak yatim karena hanya salah satu orang tuanya yang meninggal.

"Hasil kroscek kami, tidak ada anak yang yatim piatu atau kedua orang tuanya yang meninggal dunia," ujarnya.

Data tersebut, lanjut Subaidi, masih sementara karena Kemensos akan menyampaikan data tambahan anak-anak yang ditinggal orang tuanya akibat Covid-19. Sebenarnya, kata dia, jumlah kasus dari data lebih banyak. Hanya saja, orang tua yang meninggal tidak memiliki syarat kematian akibat Covid-19. "Ya mungkin tidak mau diswab PCR," katanya.

Terkait bantuan yang diberikan, lanjut dia, Kemensos akan memberikan kebutuhan hidup anak-anak yatim ini sesuai kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan pokok seperti beras minyak telur dan sebagainya serta kebutuhan daya tahan tubuh semisal madu dan vitamin. Adapula kebutuhan sekolah seperti seragam, dan sepatu dan alat-alat tulis.

BACA JUGA : Penanganan Yatim Piatu Jadi Tugas Bersama Tim Satgas 

"Untuk nominal bantuan yang diberikan setelah kami konfirmasi lagi masih dalam tahap koordinasi di Kementrian karena data anak semakin bertambah. Bantuan diberikan sesuai kebutuhan anak dengan melalui asesmen dan wawancara langsung pada anak," katanya.

Kepala Dinsos Sleman Eko Suhargono mengatakan proses verifikasi anak-anak yatim saat ini sedang dilakukan agar bantuan yang diserahkan tepat sasaran. "Ya sedang dilakukan verifikasi dulu agar bantuan tepat sasaran," katanya.

Adapun Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku akan menyiapkan bantuan beasiswa pendidikan bagi anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat terpapar virus Covid-19. Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3A2PKB) Sleman, katanya, ada 113 anak yang menjadi yatim dan data dari Dinsos yang yatim dari keluarga miskin atau rentan miskin sebanyak 27 anak.

"Jumlahnya masih dimungkinkan bertambah dikarenakan penyebaran virus yang masih terjadi. Tapi kami pastikan anak-anak tersebut tetap dapat mengeyam bangku pendidikan. Makanya kita fasilitasi bantuan pendidikan dari mulai SD sampai SMA/SMK,” jelas Kustini.

BACA JUGA : Pemda DIY Bakal Tanggung Pendidikan Anak Yatim Piatu

Bantuan pendidikan tersebut akan diberikan oleh Dinas Sosial melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS). Keluarga anak yatim-piatu yang masih ada bisa mengajukan ke Dinsos kemudian diverifikasi. Bantuan pendidikan yang bisa diperoleh untuk anak-anak tersebut maksimal Rp5 juta setiap tahunnya. Selain itu, Pemkab Sleman juga akan memberikan bantuan sosial sebesar Rp200.000 selama enam bulan untuk anak-anak tersebut.

"Kami minta Dinsos bergerak cepat memverifikasi data anak-anak di Sleman yang menjadi yatim-piatu agar segera bisa difasilitasi," katanya.