Satgas Penanganan Covid-19 DIY Bakal Menyasar Kerumunan di Perkampungan

Petugas gabungan saat membubarkan kerumunan massa di JJLS, Sanden, Bantul, Sabtu (26/9/2020) malam. - Ist/ dok Satpol PP Bantul
12 Agustus 2021 19:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan terus meningkatkan pengawasan di perkampungan untuk menekan angka penularan Covid-19, karena mobilitas untuk perkotaan dan ruang publik sudah mulai berkurang.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad mengakui masih banyak kerumunan di perkampungan seperti dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, misalnya kerja bakti, hajatan, dan layatan. Fakta penularan kasus terkonfirmasi Covid-19 juga berasal dari lingkup keluarga dan tetangga.

Pihaknya sudah mengerahkan satgas penanganan Covid-19 sampai level bawah, “Ada satgas tingkat RW, tingkat pedukuhan, ada kelompok Jaga Warga bisa saling mengawasi,” kata Noviar, Kamis (12/8/2021).

Selain pengawasan kerumunan di perkampungan, Satpol PP juga kembali melakukan pengawasan di sejumlah obyek wisata. Karena pihaknya masih menemukan wisatawan yang masuk ke obyek wisata meski obyek wisata sudah ditutup selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

BACA JUGA: Fokus Penanganan Covid-19 di Jogja Pindah ke Permukiman Penduduk

“Seperti yang terjadi saat malam Suro [malam 1 Muharam] pada masuk lewat jalur tikus, tapi yang di dalam sempat dibubarkan,” ujar Noviar. Menurut dia, banyak orang yang masuk kawasan wisata Parangtritis tersebut untuk melaksanakan ritual malam Suro meski sudah ada larangan selama PPKM Level 4, kecuali warga yang memang tinggal di sana.

Pihaknya juga sempat meminta wisatawan untuk putar balik kembali, namun masih ada yang masuk lewat jalur tikus. Akan tetapi kerumunan di kawasan Parangkusumo tersebut dibubarkan oleh petugas.