Serangan Siber Sasar 3 Fasilitas Bank Darah di Prancis
Serangan siber mengubah pengaturan suhu tiga fasilitas bank darah di Prancis. Sistem alarm berhasil mencegah kerusakan plasma dan produk darah.
Deklarasi pasangan Halim-Joko di Pilkada Bantul, Jumat (28/8/2020)-Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com,BANTUL - Teka-teki tenaga ahli (TA) dan anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) yang akan mendampingi pemerintahan Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bantul akhirnya terungkap.
Tiga orang TA yang sebelumnya mendampingi Bupati lama Suharsono dan mundur dari jabatannya per 1 Juni 2021 lalu yakni Bambang Priambodo, Satriyo Sutinarsa dan Tri Paryanto tidak masuk dalam daftar TA pada pemerintahan Halim dan Joko. Sedangkan lima nama anggota Forpi di era pemerintahan Suharsono, empat di antaranya diganti.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan sejatinya dirinya ingin menggunakan lima TA untuk membantu pemerintahannya. Namun, hal itu baru bisa terealisasi pada 2022 mendatang. Sebab, pada 2021, APBD Bantul hanya menyediakan anggaran untuk tiga orang TA.
“Tahun 2021 ini kan, APBD ditetapkan oleh pemerintahan kemarin dan hanya tersedia anggaran tiga orang TA. Sebelumnya, memang lima, terus menjadi tiga karena Pak Sukardiyono menjadi anggota DPRD Bantul dan Pak Nunut Rubiyanto mengundurkan diri, sehingga anggaran TA itu ya hanya tiga,” kata Halim, Jumat (13/8).
Namun, jumlah TA tersebut akan kembali menjadi lima pada 2022 mendatang. “Nanti di 2022 akan kami kembalikan menjadi lima. Sedangkan untuk jumlah anggota Forpi tidak berubah, hanya susunannya saja yang berubah,” jelas Halim.
Baca juga: Testing Covid-19 Bantul Capai 783 Sampel dalam Sehari
Mengenai nama-nama yang mengisi tiga personel TA, Bupati Halim mengungkapkan ketiganya adalah Nunut Rubiyanto (TA Bid Kemasyarakatan), Yudha Prathesissianta Wibowo ( Bid Perekonomian Daerah) dan Sunarso (Bid Pemerintahan).
"Ketiganya akan membantu bupati dan wakil bupati dalam mengambil kebijakan makro. Dan, sekarang mereka sudah mulai bekerja,” ucap Halim.
Sementara Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan tiga orang personel TA dan lima orang personel Forpi telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Bantul sejak 1 Agustus 2021. Untuk TA dan Forpi, Helmi menyatakan jika keberadaan mereka berbeda dengan Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana mereka akan membantu Bupati dan Wakil Bupati Bantul untuk memberikan masukan terhadap kebijakan yang akan dilaksanakan.
“Nanti gagasan-gagasannya bisa dilaksanakan kapanpun, ketika beliau menginginkan. Sejak 1 Agustus itu mereka bisa berikan masukan,” jelas Halim.
Terpisah, Plt Asisten Pemerintahan sekaligus Kepala Inspektorat Bantul Hermawan Setiaji mengatakan untuk susunan personel Forpi ada perubahan. Dari lima personel Forpi, hanya ada satu yang kembali bertugas, yakni Abu Syabikis. Sedangkan empat personel Forpi sebelumnya yakni Ahmad Riyadi, Irwan Suryono, M Syafei, dan Vitrin Handayani tidak lagi menjadi anggota Forpi.
“Untuk anggota Forpi yang saat ini adalah Ignatius Suwardi, Abu Syabikis, Batman Sebayang, Ardin, dan Sumarsono. Mereka sudah mulai bekerja, mulai Agustus ini,” ucap Hermawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serangan siber mengubah pengaturan suhu tiga fasilitas bank darah di Prancis. Sistem alarm berhasil mencegah kerusakan plasma dan produk darah.
Reses III DPRD Bantul 2026 mendorong penguatan sarana pendidikan melalui bantuan komputer dan buku untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan serta literasi
TNI mengerahkan dua helikopter untuk patroli udara memantau pergerakan TPNPB-OPM di Intan Jaya, Papua Tengah, sekaligus mengunjungi pos pasukan.
Polisi membongkar sindikat pemalsuan tinta Epson di Jakarta setelah investigasi 18 bulan. Lebih dari 20 orang dibawa untuk dimintai keterangan.
Kejagung menggeledah enam lokasi di Jakarta terkait dugaan korupsi nikel Sulawesi Tenggara periode 2013-2025 dan menyita uang Rp11,795 miliar.
TNBTS mengingatkan wisatawan mematuhi batas aman kawah Bromo pascaerupsi Kamis (5/11/2026). Status gunung masih Level II atau waspada.