Ribuan Pelaku Wisata dan Ekonomi Kreatif DIY Disuntik Vaksin Covid-19

Petugas kesehatan dari Polda DIY sedang menyuntikan vaksin Covid-19 kepada pelaku wisata dan ekonomi kreatif di di kawasan wisata Sindu Kusuma Edupark (SKE), Mlati, Sleman, Kamis (12/8/2021). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin)
14 Agustus 2021 04:47 WIB Ujang Hasanudin Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ribuan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta jasa keuangan di DIY menjalani vaksinasi di kawasan wisata Sindu Kusuma Edupark (SKE), Mlati, Sleman, Kamis (12/8/2021).

Vaksin wisata ini sebagai upaya mempercepat capaian masyarakat yang tervaksin khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Ada 2.230 pelaku wisata dan ekonomi kreatif serta warga sekitar obyek wisata yang menjalani vaksinasi massal. Vaksinasi ini digelar selama dua hari Kamis dan Jumat (12-13/8/2021) yang bekerjasama dengan TNI-Polri selaku penyedia vaksin dan tenaga kesehatannya.

Baca juga: Pemkot Jogja Berencana Terapkan One Gate System untuk Seluruh Bus Pariwisata. Begini Teknisnya

“Dengan vaksinasi ini diharapkan upaya menuju herd immunity atau kekebalan komunal bisa terealisasi sehingga ekonomi DIY dapat mulai bangkit, dimulai dari sektor pariwisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, disela-sela peninjauan vaksinasi massal pelaku wisata dan ekonomi kreatif.

Selain mencapai kekebalan komunal, kata Singgih, vaksin wisata tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY hingga pada saatnya nanti dapat menyambut wisatawan dengan standar baru.

Vaksin wisata itu juga merupakan bagian dari inovasi pelaksanaan vaksinasi di destinasi pariwisata yang memiliki fungsi ganda, yaitu promosi destinasi dan promosi kesehatan. Vaksinasi di lokasi obyek wisata ini juga merupakan ke-20 yang dilakukan Dinas Pariwisata DIY yang bekerjasama dengan berbagai pihak. Sebelumnya vaksinasi massal juga sudah dilakukan di sejumlah obyek wisata di wilayah DIY.

Baca juga: Duh..Belum Ada Satupun Kalurahan di DIY Mencairkan Danais untuk Penanganan Covid-19

Menurut dia, dengan destinasi wisata dan pelaku pariwisata yang sudah siap tentunya juga akan meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan wisatawan yang akan berkunjung ke DIY.

“Karena setelah masa pendemi ini, wisatawan akan cenderung mengunjungi destinasi yang benar-benar siap CHSE [Cleanliness atau kebersihan, Health atau kesehatan, Safety atau keamanan, dan Environment atau ramah lingkungan]. Dengan pelaku pariwisata yang telah memenuhi standar kesehatan yang memadai salah satunya telah menerima vaksin,” papar Singgih.

Walaupun vaksinasi telah dilakukan, Singgih melanjutkan, namun semua pelaku usaha wisata diharuskan tetap mematuhi protokol kesehatan ketat karena hanya dengan cara tersebut dapat saling membantu dan menjaga dalam melewati tantangan di masa pendemi.

Singgih mengajak kepada seluruh pelaku wisata dan masyarakat untuk turut serta mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara vaksinasi. “Semoga semua upaya yang telah dilakukan bersama akan membawa hasil terbaik. Tetap semangat dan jangan lupa untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Singgih.

Selain Singgih, hadir dalam vaksinasi massal pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta jasa keuangan tersebut adalah Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo; Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Miyono; Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad; dan Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto Setyo Aji

“Pandemi ini tidak bisa dihadapi salah satu sektor semua harus ikut partisipasi menghadapi pandemi terutama meningkatkan kekebalan komunal. Kami bersama-sama dari industri keuangan, pemerintah, pariwisata, Bank Indonesia mendukung [vaksinasi massal] ini untuk mencapai kekebalan komunal. Kalau dari pemerintah siap, jasa keuangan siap, masyarakat siap insyaallah pergerakan ekonomi bisa tumbuh,” kata Santoso Rohmad.