Kasus Positif Covid-19 DIY Menurun, Angka Kematian Masih Tinggi

Foto ilustrasi: Petugas memeriksa kupon peserta vaksinasi COVID-19 yang dibagikan kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
15 Agustus 2021 17:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kasus harian positif Covid-19 di DIY mengalami penurunan. Pada Minggu (15/8/2021) Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan adanya penambahan 933 kasus. Jumlah itu menurun dibandingkan sehari sebelumnya. Adapun kasus kematian tergolong tinggi di angka 81 kasus.

Pada Sabtu (7/8/2021) pekan lalu angka harian berada di 1.378 kasus, Minggu (8/8/2021) turun menjadi 1.194 kasus, kemudian Senin (9/8/201) kembali turun secara signifikan menjadi 733 kasus. Namun kembali terjadi kenaikan pada Selasa (10/8/2021) menjadi 1.487 kasus, kemudian Rabu (11/8/201) naik lagi menjadi 1.51 kasus, Kamis (12/8/2021) sempat turun di angka 1.083 kasus, Jumat (13/8/2021) kembali naik di angka 1.243 kasus dan Sabtu (14/8/2021) naik di angka 1.788 kasus. Sedangkan Minggu (15/8/2021) turun di angka 933 kasus.

Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokoler Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji menjelaskan kasus positif Covid-19 di DIY per Minggu (14/8/2021) total ada 138.458 kasus dengan penambahan harian 933 kasus.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Harga Tes Swab PCR Diturunkan Jadi Rp450.000

“Penambahan kasus meninggal sebanyak 81 kasus, sehingga total kasus meninggal tercatat 4.290. Adapun untuk penambahan kasus sembuh sebanyak 1.318 kasus, total sembuh menjadi 107.460 Kasus. kasus,” katanya Minggu.

Penambahan angka kematian tertinggi dari Kota Jogja 28 kasus, disusul Sleman 22 kasus, Bantul 11 kasus dan Gunungkidul 10 kasus dan Kulonprogo mencatatkan kematian sembilan kasus setelah sehari sebelumnya sempat nihil. Angka kematian ini tergolong tinggi dibandingkan kasus kematian harian sepekan terakhir.

Adapun untuk penambahan kasus terkonfirmasi positif itu merupakan hasil pemeriksaan dari 4.897 warga di DIY. Angka penambahan itu berasal dari Sleman 421 kasus, Bantul 236 kasus, Kulonprogo 177 kasus, Gunungkidul 77 kasus dan Kota Jogja 82 kasus. Adapun pasien sembuh berada dari Bantul 770 kasus, Sleman 175 kasus, Kota Jogja 98 kasus, Kulonprogo 169 kasus dan Gunungkidul 106 kasus.

“Untuk ketersediaan tempat tidur RS rujukan, kritikal tersedia 346 bed dan terpakai 197 bed. Non-kritikal tersedia 2.397 bed, terpakai 1.126 bed,” katanya.