Genjot Vaksinasi Massal, Pemkot Jogja Libatkan Pemeirntah Kecamatan hingga Kelurahan

Vaksinasi massal di Pasar Beringharjo, Senin (1/3/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
16 Agustus 2021 18:07 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi massal di wilayah setempat. Selain menambah fasilitas sentra vaksin, upaya memperluas sasaran vaksin juga melibatkan satuan pemerintah hingga ke tingkat bawah yakni kemantren dan juga kelurahan.

Walikota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan, diperluasnya gerai dan sentra vaksin di wilayah itu akan membuat capaian vaksinasi menjadi lebih optimal menuju kekebalan komunal. Saat ini, menurut dia kurang lebih sekitar 60 persen penduduk Kota Jogja sudah divaksin.

"Insya Allah progresnya menuju ke arah pencapaian target kita, setidaknya pada akhir Agustus ini sudah minimal 60 persen warga Kota Jogja itu tervaksin. Jadi makanya kita mempersiapkan banyak gerai seperti ini agar memudahkan bagi masyarakat khususnya warga Jogja untuk mendapatkan vaksin," kata Haryadi saat meninjau kegiatan vaksinasi massal di PDAM Kota Jogja', Senin (16/8/2021).

Dia mengungkapkan, percepatan vaksinasi massal sangat bergantung pada banyaknya jumlah gerai dan sentra vaksin yang tersedia. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat yang belum tersentuh program itu juga kian mudah.

BACA JUGA: Ini Isi Pidato Lengkap RUU APBN 2022 dan Nota Keuangan dari Presiden Jokowi

"Semakin banyak tempat gerai yang seperti ini akan semakin optimal pula sosialisasi dan percepatan vaksin. Dan tentunya perlu kerja sama dari teman-teman, kami juga sudah intruksikan kepada camat dan lurah untuk proaktif agar yang belum vaksin ini segera diselesaikan," ungkap dia.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan, Dinkes Kota Jogja, Lana Unwanah menyebut, dalam sehari pihaknya membuka kuota sebanyak 1.000 orang di lokasi itu. Sementara jumlah petugas vaksinator yang disediakan adalah sebanyak enam orang.

"Disini per hari kuotanya 1.000 orang dengan jumlah vaksinator enam orang. Kita harap penambahan fasilitas ini bisa mempercepat capaian vaksin kepada masyarakat luas," ujarnya.