Komunitas Terdampak Covid-19 di Parkir Ngabean Diberi Bantuan

Penyaluran bantuan untuk komunitas warga di Parkir Ngabean, Kota Jogja, Selasa (17/8/2021). - Ist/dok
17 Agustus 2021 12:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Komunitas masyarakat di sekitar Parkir Ngabean, Kota Jogja diberi paket bantuan sosial oleh Polda DIY, Selasa (17/8/2021). Selama pandemi Covid-19 tempat parkir ini sepi tidak ada aktivitas, sebagian besar warga menggantungkan hidupnya dari hiruk pikuk wisatawan yang memarkirkann kendaraan di kompleks tersebut.

Kanit I Direktorat Intelkam Polda DIY AKP Legowo Saputra menjelaskan pemberian bantuan sosial kepada elemen masyarakat di Kompleks Parkir Ngabean ini karena mereka sangat terdampak selama pandemi. Aktivitas komunitas ini berhenti karena tidak ada hilir mudik wisatawan.

"Bantuan sembako ini ditujukan untuk komunitas kompleks parkir Ngabean mereka dengan adanya pandemi, seluruh komunitas yang dulu sangat tergantung akan geliat wisata, saat ini otomatis berhenti total," ujarnya Selasa.

Baca juga: Pesan Kemerdekaan dari Jogja: Ubah Negatif Chaos Menjadi Positif Chaos

Adapun komunitas di Taman Parkir ini terdiri atas, tukang becak, juru parkir dan pedagang kaki lima yang biasa berjualan dan mangkal. "Kami mengajak komunitas ini untuk bersinergi tetap beraktivitas untuk kegiatan sosial dan menjaga kambtibmas," ujarnya.

Ketua Komunitas Parkir Ngabean Muslim Green Zone Andi Jatmika mengatakan, sedikitnya ada 1.000 orang yang menggantungkan hidupnya di Parkir Ngabean. Sejak pandemi terjadi di Kota Jogja pada April 2020 silam, aktivitas berhenti total. Pada periode akhir 2020 hingga awal 2021 sempat dibuka namun karena kasus Covid-19 kembali naik, sehingga aktivitas kembali terhenti.

"Kami belum pernah mendapatkan bantuan, baru kali ini dari Polda DIY ini. Maka para anggota komunitas biasanya menjual barang apa saja miliknya untuk bertahan hidup karena tidak ada penghasilan, jualan juga tidak ada yang beli," katanya.

Ia berharap pemerintah membuka kembali kegiatan wisata dengan protokol kesehatan yang ketat. "Karena pandemi ini berakhirnya kapan, semua belum tahu, harapan kami ada kebijaksanaan, solusi untuk dunia pariwisata," ujarnya. (Sunartono)