Pemadaman Bergilir Jaga Keseimbangan Pasokan Listrik
Pemadaman listrik bergilir terjadi di Pulau Jawa akibat gangguan teknis pada dua PLTU besar. Simak penjelasan resmi PLN dan upaya percepatan pemulihan pasokan.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menunjukkan bentuk gelang vaksin yang nantinya akan diedarjan secara luas kepada masyarakat sebagai penanda telah mendapat suntikan vaksin./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan mengedarkan gelang vaksin sebagai penanda bagi warga maupun pengunjung yang telah memperoleh suntikan vaksin. Gelang vaksin itu akan dikenalkan pada 18 Agustus sebagai bagian dari program Kota Jogja Wajib Masker dan Vaksin.
"Tanggal 18 besok saya akan bertemu dengan perwakilan beberapa media dan mengenalkan gelang vaksin ini. Sekarang ini kalau yang pakai masker kan sudah kelihatan, kalau vaksin bagaimana. Jadi nanti yang di lapangan saya akan bertemu dengan teman-teman yang di sana yang sudah memakai gelang vaksin," kata Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, Selasa (17/8/2021).
Haryadi mengatakan gelang vaksin itu menjadi solusi bagi masyarakat yang kesulitan mencetak dan mengakses sertifikat vaksin. Sebab dalam berbagai kasus, ada sejumlah warga yang telah divaksinasi namun kesulitan atau tidak memperoleh sertifikat vaksin pada aplikasi yang disediakan oleh pemerintah.
"Ini gratis dan harapan saya akan dipakai secara umum sebagai bentuk pengakuan kepada masyarakat tanpa harus menunjukkan kartu vaksin, karena sekarang ini ada beberapa keluhan dari masyarakat melalui aplikasi Pedulilindungi itu ada yang tidak keluar sertifikatnya," ujar dia.
Gelang vaksin itu akan dikeluarkan dengan model semacam pita persegi panjang seukuran lengan pergelangan tangan orang dewasa. Warnanya ada dua yakni hijau dan kuning, gelang kuning sebagai tanda bahwa pemakai telah mendapat suntikan vaksin dosis pertama sedangkan gelang hijau untuk warga yang telah mendapat suntikan vaksin dua kali.
"Ini tidak gampang rusak, bahkan dipakai saat mandi juga tahan, jadi kalau pakai ini kan enak, mau ketemu dengan orang kelihatan sudah divaksin. Tandanya kalau hijau berarti vaksin komplet dan kalau yang kuning baru sekali vaksin. Ini juga sekaligus memperkenalkan dan sosialisasi kepada warga masyarakat dalam program deklarasi Jogja wajib masker dan vaksin," ungkap Haryadi.
Gelang vaksin itu akan disediakan di berbagai sentra vaksinasi massal, hotel, maupun tempat-tempat lainnya agar mudah diperoleh masyarakat. Pengunjung luar daerah ataupun wisatawan nantinya juga bisa mendapatkan gelang itu. "Jadi wisatawan masuk hotel akan diberi lewat PHRI, nanti diminta tolong hotel sediakan ini, kurang nanti minta lagi. Gelang vaksin ini juga tidak bisa diduplikasikan begitu disobek dan dikasih orang lain rusak dan ga bisa lagi," ujar dia.
Dengan demikian, pemerintah meminta kepada warga yang belum memperoleh fasilitas vaksinasi agar segera mendatangi sentra maupun fasilitas vaksinasi yang telah disediakan oleh Pemkot Jogja. Saat ini, Pemkot Jogja juga tidak hanya melayani pendaftaran via daring, bagi warga yang ingin memperoleh vaksin tanpa harus mendaftar lewat daring, pihaknya juga menyediakan stok untuk itu.
"Kalau belum vaksin datang saja langsung ke gerai vaksin, jadi tidak harus secara online mendaftar, tapi lewat go show pun diterima jadi ada kuota untuk go show," katanya.
Meski vaksinasi terus digencarkan, protokol kesehatan harus senantiasa dipatuhi selama pandemi Covid-19 belum berlalu. Semua warga masyarakat wajib memakai masker, apabila diperlukan memakai masker dobel, saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemadaman listrik bergilir terjadi di Pulau Jawa akibat gangguan teknis pada dua PLTU besar. Simak penjelasan resmi PLN dan upaya percepatan pemulihan pasokan.
Bangkok United resmi melepas Pratama Arhan usai kontrak berakhir. Bek Timnas Indonesia itu catat 15 laga di musim terakhirnya.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 23 Juni 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.
Mas Marrel serap aspirasi warga Purwosari soal air dan wisata kopi di Menoreh. Infrastruktur dan irigasi jadi perhatian utama.
Pemerintah luncurkan SPHP kedelai subsidi Rp2.000/kg untuk perajin tahu tempe. Kuota awal 250.000 ton dengan anggaran Rp500 miliar.
Revisi UU Hak Cipta diingatkan tak membatasi kreativitas digital. Regulasi harus lindungi kreator tanpa mengancam kebebasan berekspresi.