Mahasiswa Farmasi UAD Gelar KKN PHP2D di Kokap, Kulonprogo

Sosialisasi dan edukasi tentang tanaman obat keluarga (toga) dalam kegiatan KKN PHP2D IMM Farmasi 2021 di Balai Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Minggu (15/8/2021). - Istimewa
17 Agustus 2021 19:17 WIB Yudhi Kusdiyanto Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD Yogyakarta mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) IMM Farmasi 2021 di Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kopa, Kulonprogo.

Dalam agenda yang digelar Minggu (15/8), sejumlah mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Farmasi, Biologi, Kesehatan Masyarakat, dan Ekonomi Bisnis melakukan pendampingan pemberdayaan dusun dengan mengangkat tema Hargotirto Herbal Village: Pemanfaatan Toga dalam Swamedikasi dan Pencegahan Penyakit.

Lurah Hargotirto, Subarno sangat mendukung kegiatan tersebut, sekaligus berharap KKN yang digelar mampu memberdayakan warga khususnya dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) sehingga bisa meningkatkan kesehatan.

Kegiatan edukasi ini diharapkan bisa diterapkan oleh masyarakat, mengingat di Kalurahan Hargotirto masih banyak warga yang menderita berbagai jenis penyakit seperti hipertensi, diabetes mellitus, asam urat dan kolesterol, serta beberapa penyakit ringan lainnya,” kata Subarno seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (17/8).

Acara sosialisasi mengangkat tiga topik terkait dengan toga dan pemanfaatannya dalam swamedikasi. Salah satu dosen Fakultas Farmasi UAD, Ginanjar Zukhruf Saputri, memaparkan edukasi swamedikasi dan pencegahan penyakit, baik definisi, tujuan dan hal hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam melakukan swamedikasi penyakit. Materi lain disampaikan oleh dosen Fakultas Farmasi lainnya, Ikhwan Ridwan Rais, terkait dengan pemanfaatan berbagai toga dalam pengobatan penyakit, sifat obat tradisional, cara pembuatan jamu yang baik, dan formula ramuan jamu untuk beberapa jenis penyakit.

Dua mahasiswa Farmasi UAD, Hamnah dan Zahra juga menyampaikan materi tentang penggunaan obat secara bijak. “Diharapkan dengan sosialisasi swamedikasi dan pemanfaatan toga ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan swamedikasi, maupun pemanfaatan toga, serta kapan dan kondisi seperti apa harus konsultasi ke dokter,” kata Hamnah.