Clearing Lahan Tol Jogja-Solo Dimulai dari Cupuwatu 2

Petugas sedang membuat peta pengukuran area terdampak pembangunan jalan tol di Kadirejo II Purwomartani, Selasa (18/8 - 2020)./Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
18 Agustus 2021 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Setelah warga Kadirojo 1, warga Cupuwatu 2 Purwomartani, Kalasan menggelar kegiatan musyawarah untuk menentukan bentuk ganti kerugian lahan akibat pembangunan jalan tol Jogja-Solo, Rabu (18/8/2021).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Wijayanto mengatakan untuk kegiatan musyawarah warga Cupuwatu 2 digelar dalam dua hari. Hari pertama Rabu (18/8/2021) sebanyak 50 warga dan Jumat (20/8/2021) sebanyak 59 warga. Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan protokol kesehatan.

"Jumlah terdampak 109 warga dengan jumlah bidang 109 dengan estimasi dana ganti kerugian sekitar Rp139 miliar," kata Totok, sapaan akrab Wijayanto, Rabu (18/8/2021).

BACA JUGA: Pemkot Jogja Longgarkan Penyekatan di Sejumlah Ruas Jalan

Dia menjelaskan, proses musyawarah tersebut merupakan kelanjutan kegiatan yang sama bagi 59 warga Kadirojo 1. Untuk pembayaran DGR warga Kadirojo 1 masih menunggu validasi data dari BPN. Setelah validasi data terbit, Satker akan mengeluarkan SPP (Surat Perintah Pembayaran) kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

"Targetnya sebulan dua bulan. Begitu keluar validasi kami buat SPP ke LMAN untuk pencairan. Untuk Temanggal 1 masih belum kami jadwalkan untuk kegiatan musyawarah warganya," ujarnya.

Mulai Konstruksi
Totok mengatakan, proses musyawarah warga Cupuwatu 2 ini dinilai penting sebelum masuk pada tahap pembayaran dana ganti rugi (DGR) bagi warga terdampak. Sebab setelah proses pembayaran bagi warga Cupuwatu 2 selesai, langkah selanjutnya akan dilakukan kegiatan konstruksi.

"Setelah pembebasan lahan di Cupuwatu 2, maka kontraktor sudah bisa masuk untuk melakukan clearing lahan. Akses jalan kerja lewat Cupuwatu 2," katanya.

Ia mengatakan, proses clearing lahan di Cupuwatu 2 akan dimulai dari area pertanian lebih dulu. Masalah dimulainya konstruksi ini akan disampaikan lebih dulu kepada masyarakat. Yang jelas, katanya, lahan harus dibebaskan lebih dulu sesuai dengan kesepakatan dalam musyawarah.

"Jadi kami sampaikan agar warga yang bisa bangun rumah dulu ya bangun dulu. Kalau sudah selesai dipersilahkan pindah. Kalau kontraktor clearing dari area persawahan dulu," katanya.

Sampai saat ini pembebasan lahan untuk tol Jogja-Solo sudah lebih dari Rp300 miliar. "Kontruksi baru jalan di Jawa Tengah. Kontraktor mengerjakan jembatan, di beberapa tempat membuat jalan kerja, baik di Klaten maupun Boyolali," katanya.