Inovasi Alat Pencuci Piring yang Dapat Mengatasi dan Mengolah Limbah Rumah Tangga

Prototype REFWINE 'Recycle Food Waste Machine' - Ist
20 Agustus 2021 21:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sampah sisa makanan harus segera diolah tetapi memerlukan biaya yang tinggi. Sampah yang tidak segera tertangani akan menimbulkan bau busuk dan mengganggu penciuman. Limbah rumah tangga seperti sisa makanan dan air bekas cucian piring dapat dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Berangkat dari itulah, sekelompok mahasiswa yang terdiri dari Bagas Hadi Pratomo (Prodi Teknik Lingkungan/Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan), Dhyan Putra Aditama (Teknik Mesin/Fakultas Teknik Industri), Annisa Hasna Bilqis Azizah (Teknik Elektro/Fakultas Teknik Industri), Nurul Aulya Handayanu (Teknik Kimia/Fakultas Teknik Industri), dan Irawati (Teknik Kimia/Fakultas Teknik Industri) membuat sebuah penelitian berjudul “REFWINE 'Recycle Food Waste Machine' Inovasi Alat Pencuci Piring Otomatis Portabel Dengan Mesin Pengolah Sampah Sisa Makanan Menjadi Kompos”.

Tim dibimbing oleh dosen Dr. Eng. Awaluddin Nurmiyanto, S.T.,M.Eng. Adapun kegiatan dilaksanakan secara blending, yaitu online untuk rapat koordinasi dan manajemen tim melalui aplikasi Zoom Meetings dan offline untuk pembuatan alat dilakukan di Laboratorium Mesin.
Menjawab permasalahan sampah tersebut, tim mengusulkan inovasi alat berupa REFWINE 'Recycle Food Waste Machine' Inovasi alat pencuci piring portabel dengan mesin pengolah sampah sisa makanan otomatis menjadi kompos. Alat ini merupakan salah satu adaptasi dari alat sink grinder.

“Salah satu kelemahan pada produk ini yaitu tidak bisa memisahkan air dan limbah makanan yang masuk sehingga limbah makanan yang sudah dihancurkan larut mengikuti air. Modifikasi alat ini bisa dilihat dari alat pencuci piring yang digabungkan dengan alat untuk mengolah limbah sisa makanan menjadi kompos. Selain itu, desain alat yang dibuat portable membuat akan lebih mudah penggunaannya dan praktis penempatannya,” jelas Bagas Hadi Pratomo

Dhyan Putra Aditama menjelaskan program ini relevan bagi kebutuhan masyarakat karena program ini nantinya membantu mengurangi sampah makanan yang ada di Indonesia.

“Pada kegiatan PKM ini dilakukan tahap pertama yaitu dengan studi literatur , lalu di lanjutkan FGD mengenai pembuatan prototype. Hasil dari FGD dilakukan akan dilakukan desain ulang tekait prototype yang akan di buat . Lalu kegiatan di lanjut dengan membuat prototype yang sudah di desain ulang . Setelah sudah jadi dilakukan uji coba dengan prototype yang sudah di buat . Kegiatan diakhir dengan implementasi produk yang sudah dilaksanakan,” jelas Annisa Hasna Bilqis Azizah.

Sementara itu, Nurul Aulya Handayanu menuturkan, menurut dosen pembimbing alat yang kelompok ajukan merupakan salah satu alat yang bermanfaat dan mudah untuk di operasikan melihat kondisi saat ini yang serba otomatis.

“Alat RefWine ini merupakan alat cuci piring yang diharapkan dapat mengolah sampah makanan menjadi pupuk secara otomatis,” tutup Irawati. (ADV)