Tiga Kapanewon di Bantul Belum Pernah Minta Oksigen Gratis

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Rahmad
20 Agustus 2021 17:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Antusiasme warga untuk mendapatkan oksigen gratis hasil olahan oksigen generator yang disediakan Pemkab Bantul di Rumah Dinas Bupati Bantul, masih rendah.

Sebab, sepekan setelah launching oksigen gratis, ada sembilan kalurahan di tiga kapanewon di Bantul yang belum mengakses oksigen gratis tersebut.

Staf petugas pengisian oksigen gratis, Purwanto mengatakan sejauh ini dari 17 kapanewon yang ada di Bantul, ada tiga kapanewon yang belum pernah mengajukan permintaan oksigen gratis.

Adapun perinciannya, 4 kalurahan di Kapanewon Sedayu, 3 kalurahan di Kapanewon Pundong dan 2 kalurahan di Kapanewon Srandakan.

"Jadi tiga kapanewon itu sampai saat ini [Jumat (20/8/2021)] belum pernah mengajukan [oksigen gratis]. Sedangkan di kapanewon lainnya, ada beberapa desa yang sudah minta oksigen di tempat kami," katanya, Jumat (20/8/2021).

Terpisah, Plt Kabag Kesra Setda Pemkab Bantul Edy Bowo Nurcahyo mengungkapkan sampai saat ini pihaknya belum mengetahui persis alasan dari sembilan kalurahan di tiga kapanewon tersebut belum mengakses oksigen gratis di rumah dinas bupati.

Padahal, sejauh ini, kata dia, tidak ada prosedur yang rumit untuk pengisian oksigen gratis di tempat tersebut.

"Mungkin karena harus ada sepengetahuan satgas kalurahan atau selter dan harus mendaftar diri lebih dahulu. Tapi, sebenarnya tanpa mendaftar juga bisa. Asal satgas datang dan membawa KTP pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen, kami layani," kata Edy Bowo.

Baca juga: 5.208 Warga Sleman Saat Ini Masih Isoman

Menurut Edy yang juga Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bantul sejauh ini, dari 5 tabung besar berkapasitas 6 meter kubik per tabung yang disiapkan, rata-rata setiap harinya hanya tiga sampai empat tabung yang diakses oleh pasien Covid-19 di Bantul. Padahal, sesuai Perbub No.62/2021, setiap Satgas maksimal boleh mengisi tiga tabung oksigen ukuran 1 meter kubik.

"Artinya, masih ada cadangan sisa. Ini menandakan jika warga yang positif Covid-19 tidak urgen membutuhkan oksigen. Padahal jika persediaan tabung tersebut habis, kami tetap akan upayakan untuk pemenuhan oksigennya," lanjutnya.

Pasien Isoman

Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat launching oksigen gratis, Kamis (12/8/2021) mengatakan, layanan oksigen gratis diberikan untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dan isolasi di selter kalurahan. Dalam sehari Pemkab menyediakan lima tabung oksigen besar berukuran 6 meter kubik per tabung. Dari jumlah tersebut, Pemkab hanya akan memberikan oksigen untuk 15 tabung ukuran 1 meter kibik.

“Sementara baru 15 tabung kecil ukuran 1 meter kubik dan layanan diberikan selama 24 jam," kata Halim.

Halim mengatakan langkah penyediaan oksigen gratis harus ditempuh oleh Pemkab karena banyak warga yang menjalani isolasi membutuhkan oksigen tetapi kesulitan mendapatkan oksigen. Selain itu harga oksigen juga mengalami kenaikan, sehingga masyarakat keberatan.

“Untuk itu kami tempatkan di sini. Karena di rumah sakit kan harus steril dari kerumunan dan layanan nonmedik,” terang Halim.

Lebih lanjut Halim mengatakan jika layanan oksigen gratis ini diberikan oleh Pemkab selama Pemerintah Pusat menetapkan pandemi Covid-19. Diharapkan layanan ini akan menurunkan paparan Covid-19.

“Sekaligus menekan tingkat kematian,” tandas Halim.