BPJS Ketenagakerjaan Dukung Warga Binaan di Kulonprogo Kembali Produktif
Balai Latihan Kerja Adhyaksa Mandiri Kulon Progo dan BPJS Ketenagakerjaan memberi kesempatan kedua lewat pelatihan kerja dan akses perlindungan jaminan sosial.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Rahmad
Harianjogja.com, SLEMAN- Hingga lima kali perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, pelanggaran aturan masih saja terjadi. Masyarakat diminta untuk bersama-sama mematuhi aturan PPKM.
Selama perpanjangan PPKM Level 4, periode 16-23 Agustus, Satgas Covid-19 Sleman masih menemukan pelanggar aturan PPKM. Selain kerumunan, pelanggaran jam operasional juga masih ditemukan.
Plt Kepala Satpol PP Sleman Susmiarto mengatakan pada Sabtu (21/8/2021) misalnya, Satgas masih menemukan pelanggaran aturan PPKM. Pelanggaran tersebut terjadi baik di ruang publik maupun tempat usaha. Dia menyontohkan pembubaran kerumunan yang dilakukan Satgas saat melihat adanya kerumunan di lapangan Denggung.
Baca juga: Nadiem Tegaskan Vaksinasi Covid-19 Siswa Bukan Syarat Pembelajaran Tatap Muka
Dari hasil patroli tersebut, tim gabungan menemukan kerumunan di beberapa warung kopi. Selain kerumunan, Satgas juga menemukan warung kopi yang melayani makan dan minum di tempat tidak sesuai ketentuan PPKM.
"Ya Satgas masih menemukan warung-warung kopi yang masih melayani makan di tempat di atas pukul 20.00 WIB. Selain melanggar jam operasional, tidak menerapkan jaga jarak dan jumlah tempat duduk melebihi kuota, lebih dari 25%," katanya, Senin (23/8/2021).
Tim kemudian memberikan sosialisasi dan teguran tertulis kepada pemilik warung. Untuk pengunjung dibubarkan oleh petugas. Dijelaskan Susmiarto, sejak pemberlakukan PPKM Darurat hingga perpanjangan PPKM Leveling per 23 Agustus, Satgas gabungan di Sleman menutup 12 lokasi usaha. Satgas juga memberikan teguran tertulis hingga pembubaran perlanggaran PPKM sebanyak 14.400 kasus.
Baca juga: Tingkat Penularan Covid Turun, Masih Ada RT Zona Merah di Gunungkidul
Kefe dan rumah makan menjadi salah satu sektor yang banyak melakukan pelanggaran. Satgas mencatat sebanyak 2.887 kafe da warung makan yang diberi peringatan dan delapan di antaranya terpaksa disegel. Satgas juga memberikan pelanggaran aturan PPKM di area publik sebanyak 915 kasus di mana salah satunya terpaksa ditutup.
"Untuk pertokoan ada 3.985 kasus dan PKL 4.396 kasus tapi tidak ada penutupan atau penyegelan. Pasar tradisional 1.257 kasus pelanggaran yang kami catat," katanya.
Satgas Covid-19 Sleman, katanya, terus melakukan pemantauan dan sosialisasi penerapan Intruksi Bupati tentang PPKM Level 4. Satgas juga aktif melakukan kegiatan peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dan ketentuan PPKM Level 4.
Sekda Sleman Harda Kiswaya berharap agar seluruh pihak ikut menyukseskan pemberlakukan PPKM Leveling ini. Tujuannya agar penyebaran virus Covid-19 tidak terus terjadi. "Ini tentu dibutuhkan kedisipinan untuk bersama-sama mencegah penularan Covid-19. Meskipun saat ini kasus Covid-19 di Sleman mulai menurun, tapi jangan sampai masyarakat lengah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balai Latihan Kerja Adhyaksa Mandiri Kulon Progo dan BPJS Ketenagakerjaan memberi kesempatan kedua lewat pelatihan kerja dan akses perlindungan jaminan sosial.
Sekjen PBB dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk membahas kerja sama multilateral, meninjau kesiapan pasukan perdamaian, dan berpidato di Kemlu.
Harga cabai di Kulonprogo turun di tengah daya beli masyarakat yang melemah. Cabai rawit merah kini Rp45.000 per kilogram di tingkat petani.
Cak Imin menginstruksikan relawan PKB membantu wilayah terdampak karhutla. Bantuan meliputi masker dan air bersih, termasuk 12.000 liter di OKI
Polri mengerahkan tim khusus Bareskrim untuk mengusut dugaan pidana pasar modal setelah IHSG ambles. OJK sebelumnya menjatuhkan denda Rp2,1 triliun.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan kendala pelayanan adminduk di Samigaluh, mulai dari minimnya anggaran hingga keterbatasan petugas dan sarana.