Air Tinggal Menetes, Warga Tepus Endapkan Air Keruh untuk Mandi
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com,GUNUNGKIDUL–Pandemi Covid-19 mengakibatkan ratusan anak di Gunungkidul kehilangan orang tua yang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona.
Data dari Dinas Sosial Gunungkidul menyebur 270 anak yang berpotensi telantar karena kehilangan orang tua, baik berstatus yatim-piatu, yatim atau piatu saja.
Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti, mengatakan pendataan terhadap anak-anak yang terdampak Corona dilakukan melibatkan instansi lain seperti dinas kesehatan dan dinas kependudukan dan catatan sipil. Terdapat 270 anak yang kehilangan orang tua selama pandemi berlangsung.
Menurut dia, pendataan dilakukan sesuai dengan instruksi dari Kementerian Sosial. Hal ini karena ratusan anak ini berpotensi terlantar karena kehilangan kasih sayang dari orang tua. “Mereka masuk dalam kelompok rentan,” kata Siwi, Rabu (25/8/2021).
Meksi demikian, ia belum bisa memastikan bentuk program apa yang akan diberikan kepada anak-anak korban dari pandemi. Siwi mengatakan data yang terkumpul akan diserahkan ke kementerian dan pelaksanaan program masih menunggu instruksi lebih lanjut. “Programnya masih menunggu dari pusat,” katanya.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo mengatakan selama pandemi sudah banyak bantuan yang disalurkan ke masyarakat, mulai dari bantuan sosial tunai hingga penyalura sembako. Selain itu, dinas sosial menyiapkan anggaran digunakan untuk pemberian bantuan sembako bagi warga yang menjalani isolasi mandiri.
“Awalnya hanya 1.000 paket, tapi berhubung masih ada sisa anggaran dana maka digunakan pengadaan 1.000 paket lagi. Sembako-sembako ini njuga sudah disalurkan ke masyarakat sesuai dengan sasaran yang akan dicapai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
KPK mengangkut dua mobil sitaan dari Pendopo Bupati Lombok Barat dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap proyek senilai Rp12,4 miliar.
PSIM Jogja merekrut Adrian Dalmau, eks pemain akademi Real Madrid yang diproyeksikan mempertajam lini depan pada musim 2026/2027.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.