Advertisement

Hari Ketiga Buka, Mal di Sleman Masih Sepi

Lugas Subarkah
Kamis, 26 Agustus 2021 - 18:07 WIB
Bhekti Suryani
Hari Ketiga Buka, Mal di Sleman Masih Sepi Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Feny Selly

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Tiga hari beroperasi kembali setelah tutup selama lebih dari sebulan karena Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM), sejumlah mal di Sleman masih relatif sepi dari pengunjung. Kondisi ini dinilai wajar untuk awal pembukaan yang diikuti dengan peraturan baru.

General Manager (GM) Ambarukmo Plaza (Amplaz), Surya Ananta, menjelaskan kondisi yang masih sepi lantaran masyarakat masih menyesuaikan dengan aturan yang baru, yakni wajib sudah divaksin dan menunjukkan aplikasi peduli lindungi.

“Sebagai langkah awal sampai hari ketiga ini, itu buat kami sebenarnya sudah menggembirakan karena yang masuk ke mal itu memang mereka sudah punya tujuan atau sudah punya rencana spending itu lebih jelas,” ujarnya, Kamis (26/8/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Dengan masih sedikitnya pengunjung, pengelola mal juga lebih mudah dalam menerapkan protokol kesehatan. “Secara gradual harapan kami akan selalu naik karena untuk mengelola menjaga ketertiban prokes itu akan juga jauh lebih detail dengan tingkat kunjungan yang masih bertahap,” katanya.

Dalam peraturan terbaru, pengunjung diwajibkan punya aplikasi peduli lindungi di ponselnya. Pengunjung kemudian membuka aplikasi tersebut lalu scanning di QR yang dipasang di pintu. Setelah di-scan, aplikasi akan mendapat feedback di sistem.

“Nanti ada pilihan hijau, kuning, merah. Begitu hijau itu lolos sudah sah. Ditunjukkan ke sekuriti kita, tahu itu proses yang bener, lalu masuk. Kalau Kuning mungkin harus verifikasi dulu apa yang menjadi masalah nanti di-clear-kan. Kalau sudah clear artinya boleh masuk, kalau tidak ya tidak boleh masuk. Kalau merah sudah pasti tidak boleh masuk,” katanya.

BACA JUGA: Pencucian Uang Korupsi Sumber Daya Alam Tembus Rp37,8 Triliun

Dibukanya kembali mal menjadi angin segar untuk menggerakan roda ekonomi di sektor industri belanja. Menurutnya, di dalam pusat perbelanjaan bergantung sekian ribu karyawan dalam satu mal. “Selain itu, efek samping misal kos-kosan, warung makan itu tergantung juga dengan kita. Jadi dengan adanya pembukaan ini kami berharap ke depan ini akan konsisten,” ujarnya.

Salah satu pengunjung, Azalia, mengatakan ia tidak keberatan dengan adanya aturan baru yang mengharuskan pengunjung mal telah divaksin dan menunjukkan lewat aplikasi lindungi. “Jadi jelas sih trace-nya karena kan ketahuan berapa lama di dalam mall,” kata dia.

Advertisement

Meski demikian, ia menyayangkan di masa awal pembukaan, sosialisasi aturan baru tersebut masih kurang kepada masyarakat. Hal ini membuat para pengunjung baru mengunduh aplikasi di depan mal sehingga cukup menimbulkan kerumunan.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Suap Dana PEN, Eks Dirjen Kemendagri Divonis Penjara 6 Tahun

News
| Rabu, 28 September 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement