Perpres Ojol Masih Digodok, Komdigi Cari Formula Pembagian Hasil
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
Rancangan zonasi daya tarik Bukit Dermo./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Pengajuan rencana anggaran pembangunan agrowisata Bukit Dermo telah diajukan Dinas Pariwisata Bantul. Beragam syarat pengajuan telah dipenuhi Dinpar Bantul, tinggal menunggu hasil verifikasi dari Pemerintah Pusat.
Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul Annihayah mengatakan pengajuan pembangunan agrowisata Bukit Dermo melalui skema DAK telah diajukan kepada Pemerintah Pusat. Beberapa syarat yang diminta di antaranya meliputi dokumen surat kekancingan atau persetujuan dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
BACA JUGA: Pengunjung Angkringan Wajib Tunjukkan Pedulilindungi, Ini Respons Masyarakat
Selain itu Annihayah juga menerangkan beberapa dokumen seperti surat kesediaan Bupati Bantul memelihara aset bila dibangun agrowusata juga diunggah.
Informasi lolos tidaknya pengajuan anggaran Bukit Dermo melalui DAK pemerintah pusat baru bisa diketahui pada akhir tahun nanti. "Jadi nanti ada sinyal-sinyal [lolos] palng bulan-bulan akhir, Desember. Bahwa ini lolos," kata dia, Jumat (27/8/2021).
"Yang jelas sudah memenuhi persyaratan. Bahkan kemarin ada persyaratan tambahan di luar aplikasi, surat penguatan dari bupati yang menerangkan bahwa lahan tersebut digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang parwisata. Kemudian menyerahkan pengelolaannya ke dinas pariwisata bila dibangun asetnya.”
Annihayah berharap pengajuan pembangunan agrowisata Bukit Dermo dapat lolos. Pasalnya menurut Annihayah Bantul belum memiliki destinasi ikonik. Selama ini sebaran kunjungan masih di dominasi wisata alam pantai. "Kami berharap dengan wisata perbukitan selain yang sudah ada Hutan Pinus Manguman, kita punya daya tarik lagi yaitu di Bukit Dermo.”
BACA JUGA: 74 Penghuni Ponpes Bumi Cendekia yang Positif Covid Ditampung di Rusun UGM
Jika disetujui, Bukit Dermo akan dibangun sejumlah fasilitas fisik pariwisata seperti sky bridge, viewing deck, amphitheater, outdoor gym, foodcourt hingga los produk lokal Bantul bakal dibangun di Dermo. Berbagai fasilitas tadi bakal mendukung kegiatan kebudayaan, olahraga, jip touring hingga pelestarian kawasan.
Selain itu bangunan rain catchment berupa tiang lampu dengan corong besar penampungan air, menjadi salah satu ikon dari kawasan Bukit Dermo baru. Bentuknya yang melingkar dan berjumlah lima pas dengan singkatan Dermo atau Bunder Limo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
Gunung Anak Krakatau mengalami delapan kali letusan disertai lava pijar. Status aktivitas masih Level III atau Siaga.
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di NTT. Aktivitas seismik masih terus dipantau.
“Remisi harus menjadi pendorong untuk terus memperbaiki diri, membangun kesadaran, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik,” demikian pesan Menteri
iPhone lipat pertama Apple, iPhone Ultra, dikabarkan hanya akan tersedia di AS pada peluncuran awal September 2026. Pasokan terbatas dan masalah produksi jadi a
Meisya Siregar viral setelah merekomendasikan Bebi Romeo saat ditanya penyanyi dengan fee Rp100 juta. Deretan lagu hits sang musisi kembali jadi sorotan.