Petugas Sita Korek Api Hingga Alat Cukur di Lapas Sleman

Petugas memeriksa isi kamar WBP di Lapas Kelas II B Sleman, Kamis (26/8/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
27 Agustus 2021 06:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, MLATI--Dalam upaya memastikan tidak terjadi peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas), Lapas Kelas II B Sleman menggelar Razia gabungan yang melibatkan Badan narkotika Nasional (BNN) dan Polsek Mlati, Kamis (26/8/2021).

Dalam Razia ini, sejumlah blok lapas diperiksa oleh petugas gabungan. Selama pemeriksaan, warga binaan pemasyarakatan (WBP) dikumpulkan di aula blok sembari mendapat arahan dari petugas. Adapun sasaran pemeriksaan yakni narkoba, handphone dan barang yang dapat membahayakan.

BACA JUGA : Klaster Besar! 275 Karyawan & Penghuni Lapas Narkotika

Kepala Lapas Kelas II B Sleman, Kusnan, menuturkan kegiatan ini mendukung upaya pemerintah dalam memberantas adanya peredaran narkoba yang ada di Indonesia, khususnya yang berada di lingkungan lapas.

“Oleh karena itu saya beserta tim gabungan, yang didukung oleh Polri dan BNN Kabupaten Sleman melakukan operasi gabungan sebagai upaya jangan sampai ada sedikitpun barang yang namanya narkoba maupun pendukungnya di lapas Sleman. Oleh karena itu kita perang terhadap narkoba,” ujarnya.

Dalam Razia gabungan ini, tidak ditemukan adanya narkoba maupun alat-alat pendukungnya. Selain itu, handphone milik WBP juga tidak ditemukan. Meski demikian petugas tetap menyita sejumlah benda yang dianggap dapat membahayakan baik bagi WBP maupun petugas.

“Barang yang ditemukan seperti korek, ada charger untuk MP3 dan alat pemotong jenggot. Dari sisi keamanan dikhawatirkan disalahgunakan mungkin dalam percobaan bunuh diri atau hal-hal lain. Disita supaya tidak ada gangguan kamtib yang berarti,” katanya.

BACA JUGA : 275 Napi & Petugas Lapas Positif Covid

Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyono, mengatakan pelaksanaan Razia gabungan telah berjalan dengan baik. Tidak ditemukannya narkoba di dalam lapas menurutnya menunjukkan kerja keras petugas lapas dalam mencegah beredarnya barang tersebut.

“Ini menjawab apa yang jadi pertanyaan masyarakat yang belum tahu, apa isinya, siapa saja isinya. Hari ini terjawab. Ada temuan tapi bobotnya tidak signifikan atau tidak membahayakan petugas maupun  warga binaan,” ungkapnya.