Bed Isoter Kurang Diminati, Pasien Isoman di Sleman Masih Tinggi

Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien COVID-19 saat persiapan Shelter Isolasi COVID-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (14/7/2021). / ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko
30 Agustus 2021 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah kasus harian pasien yang terkonfirmasi positif di Sleman terus menurun. Di sisi lain, tingkat kesembuhan pasien mengalami peningkatan.

Hanya saja, kasus aktif di Sleman masih tergolong tinggi. Hingga 29 Agustus, kasus aktif pasien Covid-19 tercatat 5.115 kasus. Sebagian besar pasien memilih menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, tercatat sebanyak 39 pasien yang menjalani isolasi di empat lokasi Isoter. Baik di Asrama Haji, Rusun Gemawang, Asrama Unisa mapun Asrama UII. Hanya 1.033 pasien yang menjalani perawatan di rumah-rumah sakit rujukan Covid-19.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan membenarkan jumlah 39 pasien yang menjalani isolasi di empat Isoter tersebut. Di empat Isoter tersebut, kapasitasnnya mencapai 379 bed dan baru terisi 39 pasien atau tersisa 340 bed. Paling banyak di Asrama Haji dengan 20 pasien dari kapasitas 136 bed.

BACA JUGA: Ketiga Kalinya, Mural di Tembok SD Tukangan Dihapus Petugas

"Sisanya tersebar di Gemawang tujuh pasien, UII delapan pasien dan Unisa empat pasien. Ini empat Isoter yang dibawahi Pemkab," katanya, Senin (30/8/2021).

Jika ditambah dengan lokasi Isoter lainnya di wilayah Sleman, kata Makwan, jumlah pasien yang menjalani isolasi di Isoter sebanyak 191 pasien. Di Isoter BBWSO dari kapasistas 90 bed terisi 46 pasien dan Rusun UNY Wedomartani 76 bed terisi 30 pasien. Di Isoter PIAT UGM, Kalitirto, Berbah 76 bed terisi penuh.