Ribuan Siswa di Bantul Jalani MPLS Ramah Tanpa Perundungan
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Petugas gabungan mengecat ulang tembok yang sebelumnya berisi mural bernuansa kritik di kawasan Pakualaman, Senin (30/8/2021). /Ist-Dokumentasi
Harianjogja.com, JOGJA - Petugas gabungan kembali menghapus mural bernuansa kritik yang terpampang di sepanjang tembok SD Negeri Tukangan, Pakualaman, Senin (30/8/2021). Penghapusan mural itu sudah yang ketiga kalinya di tembok yang sama.
Sedikitnya ada 10 petugas yang terdiri dari personel Sat Pol PP, TNI, Polri dan petugas dari Kemantren Pakualaman yang ikut serta mengecat kembali tembok itu.
Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Tukangan, Sardi mengatakan, mural itu diketahui pihak sekolah pertama kalinya pada Selasa 24 Agustus. Karena pesan yang disampaikan dalam mural dinilai tidak tepat, pihaknya kemudian menghapusnya keesokan harinya.
Baca juga: Vaksin untuk Remaja di Indonesia Belum Merata
Namun kemudian pada Kamis 26 Agustus, pihaknya kembali mendapati tembok telah berisi mural dengan pesan yang diklaimnya tidak mendidik. Padahal, mural itu berada di lingkungan yang sangat dekat dengan sekolah. Akhirnya mural kembali dihapus.
"Dan ini yang ketiga kalinya kami lihat Sabtu 28 Agustus lalu. Padahal kemarin itu bahkan kami sampai malam berjaga, Jumat itu kami pulang jam 22.00 Wib dan itu masih bersih terus pagi harinya tulisan sudah banyak sekali. Jadi kami kira itu dibuat Sabtu dini hari," katanya.
Sardi menyebut, tembok yang memanjang itu dulunya memang kerap dipakai para seniman jalanan atau para pemuda untuk berkreasi. Pihaknya pun memperbolehkan, namun dengan catatan mural yang dibuat wajib memuat pesan yang positif dan mendidik.
Baca juga: Kejati DIY Limpahkan Berkas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bank Jogja ke Pengadilan
"Dan memang ini sudah lama jadi tempat seniman jalanan berkarya atau menyampaikan pesan, kami memang perbolehkan dengan tujuan agar mereka bisa berekspresi," jelasnya.
Menurut Sardi, alasan utama pihaknya dalam menghapus mural itu adalah pada tulisan maupun muatan mural yang kurang sopan. Ditakutkan, pesan yang disampaikan itu bisa memicu hal negatif atau mempengaruhi orang dengan cara yang salah.
"Misalnya mau mengekspresikan ya silahkan, dan karena ini berdekatan dengan dunia pendidikan hendaknya muralnya bisa sejalan dengan semangat itu. Kalau yang begini dibiarkan kan imbas nya lama tidak baik. Ajakan tentang apa misalnya dan yang baik, monggo. Kalau sekarang ini untung saja belum belajar tatap muka, kalau kelihatan sama anak kan cukup memprihatinkan," ujar dia.
Sardi menyebut bahwa, pihaknya juga telah melaporkan mural itu kepada Polsek setempat serta dinas terkait. Laporan yang dilayangkan bukan pada sisi hukum melainkan lebih kepada pengawasan agar lokasi itu tidak lagi digambari mural dengan nuansa yang negatif menurut pihaknya.
"Laporan ke Polsek Pakualaman dan juga dinas sebagai pemberitahuan saja, biar ada pengawasan dan bisa dibimbing secara persuasif kalau misalnya tahu pelakunya," kata Sardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Kecelakaan di Tol Malang-Pandaan KM 72/B menewaskan lima penumpang Honda CRV usai menghantam truk Fuso yang mogok di bahu jalan.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, pelajar dan mahasiswa didorong mulai mengenali potensi, minat, hingga perusahaan yang ingin dituju
DPR, BPH Migas, dan Pertamina memastikan stok BBM nasional aman. Masyarakat diminta tidak panic buying meski terjadi antrean di sejumlah SPBU.