Deteksi Kadar Cairan Tubuh dengan SW674 Buatan Mahasiswa UII

Design Produk SW674 - Ist
31 Agustus 2021 22:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Masyarakat terkadang masih kurang menyadari bahwa tubuhnya kekurangan cairan atau dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi dimana tubuh kekurangan cairan, jika terus berkelanjutan dapat mengakibatkan gangguan fungsi organ.

Air memainkan peran yang sangat penting dalam tubuh sebagai sumber nutrisi vital bagi kehidupan. Sayangnya kasus dehidrasi banyak terjadi pada remaja dan dewasa. Prevalensi kasus dehidrasi di Indonesia pada tahun 2009 menunjukan angka 49,5% untuk remaja dan 42,5 untuk dewasa.

Ditambah saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini masyarakat diimbau menjaga kesehatan, salah satunya dengan menjaga imunitas. Apabila kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan dehidrasi. Saat dehidrasi, tubuh lebih cepat lelah, daya tahan melemah, dan paparan virus bisa mudah menginfeksi.

Berangkat dari hal itu, tiga mahasiswa yakni Dini Amalia Luthfi, Melly Herliyati Utami, dan Fahrul Triyulianto Rusli dari Prodi Teknik Industri/Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) membuat inovasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berjudul “ SmartWatch "Inovasi Jam Tangan Berbasis Teknologi Sensor Pulse untuk Mendeteksi Kadar Cairan Tubuh"”.

Dini Amalia menjelaskan produk hasilinovasi mahasiswa ini sebagai salah satu media aktualisasi serta pengembangan teknologi berbasis IPTEK untuk memberikan solusi alternatif dan juga inovatif bagi masyarakat dari permasalahan kurangnya kadar cairan tubuh. “Hadirnya produk SW674 “Inovasi Jam Tangan Berbasis Teknologi Sensor Pulse untuk Pendeteksi Kadar Cairan Tubuh” ini diharapkan mampu mendorong inovasi di bidang industri dan teknologi dan juga membantu permasalahan untuk mengurangi risiko dehidrasi atau kurangnya cairan di dalam tubuh manusia,” kata dia.

Melly Herliyati memaparkan tahapan pertama yang di lakukan tim adalah melakukan analisis terhadap orang-orang yang mengalami dehidrasi tetapi tidak menyadarinya. Setelah itu dilakukan pembuatan desain produk dengan ukuran yang sudah diperhitungkan pada tahap sebelumnya dengan menggunakan perangkat lunak Autodesk Fusion 360.

Pada tahap pelaksanaan ini membuat suatu perancangan yang sifatnya lebih konkrit yakni dengan membuat prototype jam tangan yang dapat mengindikasi tingkat dehidrasi dimana dalam pembuatan prototype ini dimulai dari diskusi antar anggota tim, pencarian bahan dan alat lalu membuat pemrograman menggunakan software Arduino.

Setelah melakukan produksi SW674, akan dilakukan pengujian yang berkaitan dengan mekanisme produk, system kerja dan fungsional produk. Setelah tahap pengujian, selanjutnya feedback atau tanggapan pengguna yang terdiri dari tim pelaksana dan pengguna SW674 yang diharapkan feedback atau tanggapan tersebut berupa penilaian terhadap kelemahan dan kemampuan fitur yang terdapat pada alat tersebut.

Setelah mendapatkan feedback, selanjutnya akan dikaji ulang alat secara keseluruhan. Tim melakukan tindakan berupa inspeksi guna menyempurnakan alat untuk mengurangi error dan failure pada produk tersebut sehingga produk dapat dioperasikan fungsi dan fiturnya dan juga dapat mengembangkan fitur-fitur untuk produk SW674.

“Terciptanya produk SW674 ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan umum di masyarakat mengenai kurang nya kadar cairan tubuh atau biasa disebut dehidrasi. Dimana hadirnya produk ini dirancang untuk bisa mendeteksi kadar cairan tubuh dengan media SmartWatch yang akan menampilkan notifikasi peringatan,” tutup Fahrul Triyulianto Rusli. (ADV)