Ini Syarat yang Harus Dipenuhi DIY kalau Mau PPKM Turun Level

Objek wisata Tamansari, Jogja yang ditutup selama PPKM Darurat. Foto diambil, Minggu (18/7/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
01 September 2021 20:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Hingga saat ini tinggal dua wilayah di Indonesia yang masih ebrtahan di PPKM Level 4, yakni DIY dan Bali. Ada sejumlah hal yang harus dipenuhi oleh DIY bila hendak turun level, dan pembatasand dilonggarkan.

Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji menambahkan terdapat enam indikator untuk menurunkan level PPKM sesuai dengan perhitungan dari Pemerintah Pusat. Dari enam indikator tersebut DIY baru memenuhi dua indikator, yakni BOR yang sudah rendah yang sudah dalam posisi hijau dan rasio tracing per tujuh hari yang sudah dalam posisi hijau atau rendah.

Sementara positivity rate masih merah dan angka kematian juga masih merah atau masih cukup tinggi. Artinya masih tinggi dari yang dipersyaratkan. Adapun konfirmasi per 1.000 penduduk dan yang dirawat inap sudah dalam posisi kuning. “Ini dari enam indikator baru dua indikator yang terpenuhi,” kata Ditya. Namun Ditya tidak merinci angka-angkanya, Rabu (1/9/2021).

BACA JUGA: Cegah Overkapasitas, 16 Narapidana Rutan II B Bantul Dipindah

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Pemda DIY tidak ikut langsung dalam penilaian level PPKM. Menurut dia penentuan level PPKM murni dilakukan oleh Pemerintah Pusat sehingga pihaknya tidak mengetahui alasan DIY masih dalam level 4.

“Tapi yang pasti level 4 kita menurut Pak Luhut [Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar pandjaitan] sebetulnya sudah mendekati ke level 3 karena sudah banyak kemajuan terutama ada penguruan yang cukup tajam berkaitan dengan kematian dan positif rata-rata. Lalu juga positivity rate kita cukup rendah,kemudian ada satu lagi BOR [Bed Occupancy Rate atau keterisian tempat tidur] rumah sakit. Kita ini BOR rumah sakit dan isoter kan sudah cukup bagus,” kata Baskara Aji, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Rabu (1/9/2021).