Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas 2,3 Kilometer

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
01 September 2021 22:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 2.300 meter ke arah barat daya, pada Rabu (1/9/2021) malam.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Rabu, menjelaskan awan panas guguran itu terjadi pada pukul 18.26 WIB.

"Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 mm dan durasi 173 detik," kata dia.

Pada periode pengamatan pukul 12.00 sampai 18.00 WIB, gunung api aktif itu tercatat mengalami 80 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-35 mm selama 11-118 detik, dan 46 gempa hembusan dengan amplitudo 2-11 mm dengan durasi 9-25 detik.

Sebelumnya, awan panas guguran pertama, pada Rabu, meluncur dari Gunung Merapi pada pukul 10.13 WIB dengan jarak luncur 2.500 meter arah ke barat daya.

BACA JUGA: Satgas Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Sudah di Bawah Rata-Rata Dunia

Deformasi atau perubahan bentuk tubuh Merapi yang dipantau BPPTKG menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada 31 Agustus 2021, menunjukkan laju pemendekan jarak rata-rata 2,1 cm dalam tiga hari.

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung.*

Sumber : Antara