Advertisement
Sinergi Lintas Sektor Gedongtengen Bersihkan Jalan Letjen Suprapto
Sejumlah elemen wilayah Kemantren Gedongtengen terlibat dalam kerja bakti Jogja Berhati Nyaman, Jumat (27/3/2026). - ist Gedongtengen
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kawasan Jalan Letjen Suprapto menjadi sasaran utama aksi reresik lingkungan yang digalang oleh jajaran Kemantren Gedongtengen dalam balutan Gerakan Yogyakarta Berhati Nyaman, Jumat (27/3/2026).
Langkah konkret ini diambil guna memastikan estetika dan kebersihan ruang publik di pusat kota tetap terjaga melalui kolaborasi aktif berbagai elemen kewilayahan.
Advertisement
Mantri Pamong Praja Kemantren Gedongtengen, Pargiyat, mengungkapkan bahwa mobilisasi massa ini merupakan implementasi langsung dari Surat Edaran (SE) Walikota Jogja No. 100.3.4/335/2026 tentang Gerakan Yogyakarta Berhati Nyaman.
Personel gabungan yang terjun ke lapangan mencakup petugas dari kelurahan, Polsek, Koramil, KUA, hingga tenaga kesehatan Puskesmas yang membaur bersama personel Jaga Warga dan Linmas.
BACA JUGA
Sejak pagi buta, antusiasme peserta terlihat saat menyisir area pedestrian untuk menyapu sisa sampah visual hingga mengeruk sedimen pada saluran drainase.
“Kami juga mengangkut sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kenyamanan kawasan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga mempererat kebersamaan antarinstansi dan masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2026).
Agenda kerja bakti massal ini menjadi rutinitas terjadwal setiap Jumat yang dilaksanakan serentak pada seluruh titik koordinat di Kota Jogja. Pargiyat menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam mendukung program Pemkot Jogja, khususnya dalam mewujudkan kota yang nyaman, bersih, dan berdaya saing.
Visi tersebut diharapkan mampu mentransformasi wajah wilayah menjadi lebih representatif bagi aktivitas ekonomi dan sosial.
“Melalui Gerakan Jogja Berhati Nyaman ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman,” ungkapnya.
Selain aspek fisik, gerakan ini juga menyasar pada penguatan modal sosial melalui budaya gotong royong yang menjadi identitas masyarakat perkotaan di Yogyakarta.
Lebih lanjut, Pargiyat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, tidak hanya saat kegiatan kerja bakti, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya ini diproyeksikan mampu menjadi stimulus positif bagi warga untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memberikan kenyamanan ekstra bagi setiap pelancong yang melintasi wilayah Gedongtengen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Izinkan Kapal Pakistan Lintasi Selat Hormuz di Tengah Konflik
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- HUT ke-22 Tagana Sleman: Danang Maharsa Puji Dedikasi Relawan
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
Advertisement
Advertisement







