Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Beberapa sisir buah pisang ditaruh di kawasan Bulak Karangwanglu di Kalurahan Sidoharjo, Tepus. Program pemberian pakan ini sebagai upaya mencegah konflik dengan manusia. Foto diambil 12 Maret 2026. /istimewa Dinas Lingkungan Hidup.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menggulirkan program pemberian pakan bagi kawanan monyet ekor panjang di kawasan pesisir.
Langkah darurat ini diambil sebagai upaya konkret untuk meredam konflik berkepanjangan antara primata tersebut dengan para petani yang kerap merugi akibat penjarahan lahan pertanian.
Memasuki Maret 2026, program ini mendapatkan suntikan dana segar dari Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp160 juta guna menjamin ketersediaan logistik bagi satwa di habitat aslinya.
Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan DLH Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto, menjelaskan bahwa pemberian pakan tambahan ini telah dimulai sejak pertengahan Maret.
Fokus pendistribusian pakan menyasar wilayah Kapanewon Tepus, khususnya di Kalurahan Tepus, Sidoharjo, dan Purwodadi yang dikenal sebagai zona merah serangan monyet.
"Ada 15 titik lokasi pemberian pakan di tiga kalurahan tersebut. Berhubung belum musim panen singkong, saat ini kami rutin menyediakan lima sisir pisang di setiap titiknya," ujar Adinoto, Sabtu (28/3/2026).
Meskipun pemberian buah-buahan menjadi solusi jangka pendek yang efektif, pemerintah telah menyiapkan rencana strategis jangka panjang untuk memulihkan ekosistem.
DLH berencana melakukan penanaman pohon buah-buahan secara masif di area hutan agar ketersediaan pangan alami bagi monyet ekor panjang dapat terjaga secara mandiri tanpa harus turun ke ladang penduduk.
Program ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan lingkungan sekaligus menjaga produktivitas komoditas pangan milik masyarakat Gunungkidul.
Kondisi di lapangan memang kian mengkhawatirkan seiring dengan lonjakan populasi monyet yang sangat pesat. Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo, mengungkapkan bahwa di wilayahnya saja kini terdeteksi sedikitnya 11 titik persembunyian kawanan monyet.
Serangan primata ini dinilai semakin nekat karena metode pengusiran tradisional seperti membunyikan petasan atau penjagaan ladang hingga petang sudah tidak lagi mempan membuat kawanan tersebut jera.
"Pemberian pakan ini sangat membantu, namun warga tetap berharap ada solusi permanen untuk menekan laju populasi," ungkap Suroyo.
Sinergi antara pemberian pakan dan restorasi hutan buah menjadi tumpuan harapan bagi para petani di pesisir selatan agar tidak lagi dihantui kerugian gagal panen. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap kooperatif dalam melaporkan titik-titik baru persembunyian monyet agar distribusi pakan dapat dilakukan secara merata.
Dengan dukungan Dana Keistimewaan, upaya penyelamatan lahan pertanian sekaligus konservasi satwa ini diharapkan mampu berjalan beriringan demi mewujudkan ketahanan pangan di Bumi Handayani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Senin (18/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 hadir di Manding, Gilangharjo, hingga layanan malam di Kantor Parasamya Bantul.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 hadir di sejumlah titik, termasuk layanan malam Simeru di Sleman City Hall.
PSG kalah 1-2 dari Paris FC pada laga terakhir Liga Prancis 2025/2026. Alimany Gory mencetak dua gol kemenangan tuan rumah.