Advertisement

Rp160 Juta Disiapkan untuk Pakan Monyet Demi Lindungi Lahan Pertanian

David Kurniawan
Minggu, 29 Maret 2026 - 05:17 WIB
Sunartono
Rp160 Juta Disiapkan untuk Pakan Monyet Demi Lindungi Lahan Pertanian Beberapa sisir buah pisang ditaruh di kawasan Bulak Karangwanglu di Kalurahan Sidoharjo, Tepus. Program pemberian pakan ini sebagai upaya mencegah konflik dengan manusia. Foto diambil 12 Maret 2026. - istimewa Dinas Lingkungan Hidup.

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menggulirkan program pemberian pakan bagi kawanan monyet ekor panjang di kawasan pesisir.

Langkah darurat ini diambil sebagai upaya konkret untuk meredam konflik berkepanjangan antara primata tersebut dengan para petani yang kerap merugi akibat penjarahan lahan pertanian.

Advertisement

Memasuki Maret 2026, program ini mendapatkan suntikan dana segar dari Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp160 juta guna menjamin ketersediaan logistik bagi satwa di habitat aslinya.

Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan DLH Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto, menjelaskan bahwa pemberian pakan tambahan ini telah dimulai sejak pertengahan Maret.

Fokus pendistribusian pakan menyasar wilayah Kapanewon Tepus, khususnya di Kalurahan Tepus, Sidoharjo, dan Purwodadi yang dikenal sebagai zona merah serangan monyet.

"Ada 15 titik lokasi pemberian pakan di tiga kalurahan tersebut. Berhubung belum musim panen singkong, saat ini kami rutin menyediakan lima sisir pisang di setiap titiknya," ujar Adinoto, Sabtu (28/3/2026).

Meskipun pemberian buah-buahan menjadi solusi jangka pendek yang efektif, pemerintah telah menyiapkan rencana strategis jangka panjang untuk memulihkan ekosistem.

DLH berencana melakukan penanaman pohon buah-buahan secara masif di area hutan agar ketersediaan pangan alami bagi monyet ekor panjang dapat terjaga secara mandiri tanpa harus turun ke ladang penduduk.

Program ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan lingkungan sekaligus menjaga produktivitas komoditas pangan milik masyarakat Gunungkidul.

Kondisi di lapangan memang kian mengkhawatirkan seiring dengan lonjakan populasi monyet yang sangat pesat. Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo, mengungkapkan bahwa di wilayahnya saja kini terdeteksi sedikitnya 11 titik persembunyian kawanan monyet.

Serangan primata ini dinilai semakin nekat karena metode pengusiran tradisional seperti membunyikan petasan atau penjagaan ladang hingga petang sudah tidak lagi mempan membuat kawanan tersebut jera.

"Pemberian pakan ini sangat membantu, namun warga tetap berharap ada solusi permanen untuk menekan laju populasi," ungkap Suroyo.

Sinergi antara pemberian pakan dan restorasi hutan buah menjadi tumpuan harapan bagi para petani di pesisir selatan agar tidak lagi dihantui kerugian gagal panen. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap kooperatif dalam melaporkan titik-titik baru persembunyian monyet agar distribusi pakan dapat dilakukan secara merata.

Dengan dukungan Dana Keistimewaan, upaya penyelamatan lahan pertanian sekaligus konservasi satwa ini diharapkan mampu berjalan beriringan demi mewujudkan ketahanan pangan di Bumi Handayani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Iran Izinkan Kapal Pakistan Lintasi Selat Hormuz di Tengah Konflik

Iran Izinkan Kapal Pakistan Lintasi Selat Hormuz di Tengah Konflik

News
| Minggu, 29 Maret 2026, 04:37 WIB

Advertisement

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement