Gunungkidul Perluas Pembayaran Tiket Masuk Nontunai ke 5 TPR Wisata
Cashless di TPR Baron Gunungkidul dinilai sukses. Sistem pembayaran non tunai akan diperluas ke lima TPR untuk mengoptimalkan PAD wisata.
Anggota SAR Satlinmas Wilayah I DIY saat meminta kendaraan calon pengunjung putar balik di TPR Wediombo, Kalurahan Jepitu, Girisubo.foto diambiil Minggu (29/8/2021)./Istimewa SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah pelaku usaha di kawasan pantai di Gunungkidul mengeluhkan perpanjangan aturan PPKM level empat yang berdampak tutupnya destinasi wisata. Kebijakan ini dinilai tanpa solusi.
Salah satu keluhan disuarakan oleh pemilik rumah makan di Pantai Krakal, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Mujiyono. “Tidak ada perhatian sama sekali. Buktinya saya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun,” kata Mujiyono, Rabu (1/9/2021).
BACA JUGA: Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Penyimpan Vaksin
Ia mengungkapkan penutupan destinasi wisata sangat berpengaruh karena otomatis usaha yang dimiliki tak bisa dijalankan. Di sisi lain, dia juga harus menanggung kebutuhan hidup yang tak bisa ditangguhkan, mulai dari makan hingga urusan angusaran kredit.
“PPKM hanya membuat pengusaha kecil menderita. Jadi hidup mati ibarat berpikir sendiri,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Rujimanto, pemilik rumah makan di Pantai Ngandong, Kalurahan Tepus, Tepus. Menurut dia, selama kebijakan berlangsung tidak pernah ada solusi terhadap dampak yang diakibatkan karena penutupa wisata.
“Kelihatannya tidak ada solusi. Kami tetap bayar angsuran, kalau tidak tepat waktu diburu bank. Harusnya, kalau perhatian ada kebijakan penundaan atau yang lainnya,” katanya.
Usaha yang dijalankan warga di kawasan pantai praktis berhenti. Sementara, pengusaha di luar objek wisata masih dapat berjualan seperti biasa sehingga tetap mendapatkan penghasilan.
“Jelas tutup. Kalau buka tidak ada yang beli karena calon pengujung sudah diminta putar balik saat akan masuk tempat pemungutan retribusi,” ungkapnya.
Rujimanto mengatakan wisatawan yang berhasil masuk ke kawasan pantai tidak banyak sehingga tidak berdampak banyak kepada pelaku usaha.
Ia hanya bisa berharap sektor wisata bisa segera dibuka. Terlebih lagi, banyak pelaku wisata yang sudah menjalani vaksinasi untuk pencegahan virus Corona.
BACA JUGA: Angka Kematian Masih Tinggi Jadi Penyebab Level PPKM Belum Turun
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY Sunu Handoko mengatakan selama penutupan objek wisata ada calon pengunjung yang berusaha masuk ke destinasi. Meski demikian, ada upaya penyekatan dengan memintanya pulang ke daerah masing-masing.
“Sekarang makin banyak yang datang. Alasannya, ada yang mulai bosan di rumah hingga kabar kalau wisata sudah buka sehingga melakukan kunjungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cashless di TPR Baron Gunungkidul dinilai sukses. Sistem pembayaran non tunai akan diperluas ke lima TPR untuk mengoptimalkan PAD wisata.
Kopaska dan Dislambair TNI AL menemukan bukti di lokasi karam KM Virgo Transport 8 untuk mendukung investigasi KNKT.
Dasco menyebut ketum parpol belum menentukan parliamentary threshold dalam RUU Pemilu. Gerindra sebelumnya menyatakan setuju PT 5%.
SMAN 1 Sentolo menjelaskan penanganan dugaan pelecehan oleh oknum satpam dan memastikan petugas tersebut dinonaktifkan mulai 17 September.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di Bandara Palembang hingga 700 meter. Empat penerbangan kedatangan mengalami keterlambatan.
Xiaomi resmi merilis Redmi Watch 6 Active, Watch 6 Lite, dan Smart Band 11 Active di Indonesia dengan harga mulai Rp449.000.