Advertisement

Pemda DIY Maksimalkan Satgas Penebalan Nakes untuk Dampingi Warga Isoman

Ujang Hasanudin
Sabtu, 04 September 2021 - 09:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pemda DIY Maksimalkan Satgas Penebalan Nakes untuk Dampingi Warga Isoman Petugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DIY, Minggu (4/7/2021). /ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah -

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY akan memaksimalkan kinerja Satgas penebalan tenaga kesehatan (nakes) atau Satgas isolasi mandiri (Isoman) untuk menekan angka kasus kematian karena Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengklaim Satgas penebalan nakes sejauh ini cukup efektif untuk mendampingi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Menurut dia, pasien Covid-19 yang tidak bergejala dan memungkinkan untuk isolasi di rumah maka tidak menjadi persoalan.

Advertisement

Namun bagi pasien yang tidak memungkinkan untuk isolasi di rumah karena rumahnya terlalu sempit bisa pindah ke tempat isolasi terpusat (Isoter) atau selter yang sudah disediakan Pemda DIY, pemerintah kabupaten dan kota maupun pemerintah desa, serta intansi terkait.

Sejauh ini diakuinya Satgas sudah banyak membujuk pasien Covid-19 untuk isolasi di selter atau isoter atau membujuk ke rumah sakit bagi yang bergejala sedang atau berat. Namun masih tingginya angka kematian, membuatnya untuk menekan kembali Satgas penebalan nakes.

“Kita minta supaya penebalan nakes yang selama ini cukup berhasil dapat memperluas tugasnya dan tetap membawa yang memerlukan rumah sakit atu isoter dibawa ke isoter atau rumah sakit,” kata Baskara Aji.

Baca juga: Pemkot Jogja Tingkatkan Kapasitas Vaksinasi Menjadi 10.000 Perhari

Sebab sejauh yang dia ketahui kematian karena Covid-19 sebagian besar karena pasien Covid-19 terlambat dibawa ke rumah sakit sehingga pasien terlambat ditangani. Padahal saat ini kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) sudah rendah sehingga tidak ada alasan untuk ditolak rumah sakit.

Dia meminta pasien yang bergejala untuk tidak ragu segera mengakses rumah sakit. Jangan memaksakan diri untuk isolasi di rumah. Jangan merasa baik-baik saja. Karena ada laporan satgas yang membujuk pasien namun pasiennya tidak mau karena merasa baik-baik saja.

“Lebih banyak pada kesadaran. Tugas penebalan nakes ngerayu tak ada pemaksaan, kita minta kita jemput dan seterusnya tapi banyak yang merasa baik baik saja,” ucap Baskara Aji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pembangunan IKN, Jokowi: Jangan Membayangkan Upacara 17 Agustus Sudah Jadi Semuanya

News
| Rabu, 17 Juli 2024, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Shoulder Season, Periode Berwisata Antiribet

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement