Kabar Baik! 3 Kalurahan Masuk Zona Hijau & Tak Ada RT Merah di Sleman

Ilustrasi. - Freepik
05 September 2021 10:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melaporkan dalam sepekan terakhir, tidak ada lagi RT zona merah tingkat di Sleman. Selain itu, dari 86 kalurahan di Sleman, tiga kalurahan masuk zona hijau atau tidak ada kasus penularan Covid-19.

Berdasarkan peta epidemologi Covid-19 Sleman yang dikeluarkan Dinkes Sleman, Jumat (3/9/2021) saat ini dari 86 kalurahan di Sleman jumlah kalurahan dengan zona merah (tingkat penularan tinggi) tinggal 10 kalurahan atau 11,6%. Meliputi, Kalurahan Caturtunggal, Donoharjo, Mororejo, Purwomartani, Sariharjo, Selomartani, Sukoharjo, Tirtomartani, Tamanmartani dan Tirtoadi.

BACA JUGA : 77 Kalurahan di Sleman Masuk Zona Merah

Adapun kalurahan yang masuk zona oranye (tingkat penularan sedang) tercatat sebanyak 20 kalurahan atau 23,3% dan kalurahan zona kuning (tingkat penularan rendah) tercatat sebanyak 53 kalurahan atau 61,6%. "Kabar baiknya, tiga kalurahan di Sleman kini zona hijau. Kalurahan tersebut adalah Sendangarum, Sumberrejo dan Wukirharjo," kata Plt Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama, Sabtu (4/9/2021).

Perubahan zonasi kalurahan ini, kata Cahya, tidak terlepas dari kondisi penularan Covid-19 di tiap-tiap RT. Dinkes mencatat, saat ini tidak ada lagi RT yang masuk dalam zona merah. Untuk status RT zona oranye dan zona kuning juga berkurang drastis.

Dinkes mencatat saat ini hanya terdapat 56 RT zona oranye dan 1.125 RT zona kuning. Berkurangnya RT yang masuk zona merah, oranye dan kuning berdampak positif bagi penambahan jumlah RT zona hijau. Dari akhir Juli sebanyak 4.255 RT zona hijau dan akhir Agustus 4.829 RT, saat ini RT zona hijau tercatat sebanyak 6.307 RT.

Cahya mengatakan, meski kasus positif Covid-19 di Sleman cenderung menurun namun kasus harian yang terjadi masih fluktuatif. "Kasus harian pasien yang positif selama Agustus trennya terus menurun jika dibandingkan Juli. Di sisi lain, tingkat kesembuhan pasien juga mengalami peningkatan," katanya.

BACA JUGA : Terus Menurun, Masih Ada 37 Kalurahan di Sleman

Saat ini, kata Cahya, kasus aktif pasien Covid-19 tercatat 5.937 kasus. Sebanyak 1.021 pasien yang menjalani perawatan di rumah-rumah sakit rujukan Covid-19, 33 pasien berada di gedung Isoter (Isolasi Terpusat) dan 4.883 pasien menjalani Isoman (Isolasi Mandiri).

Sekda Sleman Harda Kiswaya menegaskan saat ini Sleman masih masuk PPKM level 4 sehingga kebijakan yang diterapkan Pemkab masih sama. "Kami tidak kendor dengan upaya mendisiplinkan masyarakat agar bisa segera turun level. Vaksinasi terus kami tingkatkan agar Sleman bisa turun level," katanya.

Harda meminta agar setelah divaksin, warga tetap selalu melakukan Cita Mas Jajar (Cuci Tangan, Pakai Masker, Jaga Jarak). "Gunakan masker dia lapis, yaitu masker medis [surgical mask] di lapisan dalam, dan masker kain di lapisan terluar. Kurangi mobilitas dan hindari kerumunan," kata Harda.

BACA JUGA : Kalurahan Zona Merah di Sleman Tinggal Separuh