Kalurahan Zona Merah di Sleman Tinggal Separuh

Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien COVID-19 saat persiapan Shelter Isolasi Covid-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Rabu (14/7/2021). - Antara/Andreas Fitri Atmoko
16 Agustus 2021 16:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Dalam dua pekan terakhir, zona merah Covid-19 tingkat kalurahan di Sleman terus menurun. Kondisi ini tidak terlepas dari penurunan kasus penularan Covid-19 sejak PPKM Level 4 diberlakukan.

Berdasarkan peta epidemologi Covid-19 Sleman yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Senin (16/8/2021), saat ini dari 86 kalurahan di Sleman jumlah kalurahan dengan zona merah (tingkat penularan tinggi) hanya tercatat 44 kalurahan atau berkurang 21 kalurahan bila dibandingkan akhir Juli lalu sebanyak 65 kalurahan. 

Hingga kini belum ada satu kalurahan yang masuk zona hijau (tidak ada kasus sama sekali). "Sebanyak 51% dari total 86 Kalurahan di Kabupaten Sleman merupakan zona merah, dan tidak ada satu Kalurahan pun yang berada dalam zona hijau (0%)," kata Plt Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama, Senin (16/8/2021).

Penurunan status zona merah ini, kata Cahya, berdampak pada penambahan jumlah kalurahan yang masuk zona oranye (tingkat penularan sedang). Dari sebelumnya hanya 12 kalurahan saat ini menjadi 28 kalurahan. Begitu juga dengan kalurahan zona kuning (tingkat penularan rendah), bertambah dari sebelumnya sembilan kalurahan saat ini menjadi 14 kalurahan.

"Hanya 14 kalurahan yang berada dalam zona kuning (16.3%), sedangkan 28 kalurahan lainnya zona oranye (32.6%), dan sisanya 44 kalurahan dalam zona merah (51%)," jelasnya.

Perubahan zonasi kalurahan ini tidak terlepas dari kondisi penularan Covid-19 di tiap-tiap RT. Dinkes mencatat, jumlah RT yang masuk dalam zona merah di Sleman saat ini berkurang dari sebelumnya sebanyak 83 RT menjadi 24 RT saja. Jumlah tersebut menurun dibandingkan awal Juli sebanyak 111 RT. 

Status RT zona oranye juga berkurang dibandingkan akhir Juli lalu. Jika sebelumnya tercatat 475 RT zona oranya maka saat ini hanya ada sebanyak 279 RT zona oranye. Begitu juga dengan RT zona kuning, berkurang dari akhir Juli sebanyak 2.908 RT saat ini menjadi 2.372 RT.

Terus berkurangnya RT yang masuk zona merah, oranye, dan kuning berdampak positif bagi penambahan jumlah RT dengan zona hijau. Dari akhir Juli sebanyak 4.255 RT zona hijau saat ini bertambah menjadi 4.829 RT. Dalam beberapa pekan terakhir kasus aktif Covid-19 di Sleman terus bergerak turun yang signifikan. 

"Pasien yang sembuh mengalami peningkatan dan jumlah penularan aktif Covid-19 terus menurun," katanya.

Dinkes, lanjut Cahya, akan terus memenuhi target testing

"Kami tetap melakukan tracing sesuai target. Semakin banyak yang di-tracing diharapkan semakin banyak yang ketemu positif Covid-19 agar semakin banyak lagi yang segera ditangani," katanya.

Dinkes berharap RT yang masuk zona merah dilakukan pembatasan mobilitas masyarakat. Hal ini mengacu pada Instruksi Bupati terkait PPKM No. 19/INSTR/2021 Diktum ketiga huruf (i) disebutkan, dalam kondisi kondisi penularan meluas di komunitas maka intervensi yang lebih ketat dengan membatasi mobilitas masyarakat perlu dilakukan. 

"Kami mengajak seluruh pihak sesarengan jogo sleman dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Lakukan "Cita Mas Jajar" juga hindari kerumunan maupun kegiatan makan bersama," pinta Cahya.