Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Puluhan warga Margodadi, Kapanewon Seyegan mengikuti tahapan musyawarah warga pembangunan jalan tol Jogja-Bawen, Selasa (7/9/2021). Tahapan ini digelar sebelum warga menerima uang ganti kerugian (UKG).
Kepala Kantor Wilayah BPN DIY Suhendro mengatakan tahapan musyawarah tdi Margodadi, Seyegan, Sleman digelar bukan untuk tawar menawar nilai ganti kerugian melainkan untuk menentukan bentuk dan jenis ganti kerugiannya yang diinginkan warga. "Apakah dalam bentuk uang atau tanah pengganti," katanya, Selasa (7/9/2021).
BACA JUGA : Ini Perkembangan Terkini Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen
Selama ini, katanya, belum pernah warga terdampak tol baik Jogja Bawen maupun Jogja Solo yang meminta bentuk ganti kerugian selain uang. Uang ganti kerugian yang diterima warga terdampak, lanjut dia, merupakan penilaian dari tim Appraisal. "Harga dari tim appraisal bersifat final. Nilainya juga sudah bagus," katanya.
Setelah proses musyawarah selesai, lanjut Suhendro, tahapan selanjutnya merupakan proses pelepasan hak dan penerimaan ganti kerugian. "Kami berharap setelah nanti menerima UGK, benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan warga. Misalnya membeli tanah lagi," katanya.
Lurah Margodadi Subandi mengatakan, selama ini tidak ada warga yang menolak pembangunan jalan tol tersebut. "Warga mendukung pembangunan jalan tol ini dan tidak ada yang menolak. Itu yang saya syukuri," katanya.
Dia mengatakan, ada sejumlah bidang terdampak yang berstatus tanah kas desa (TKD). Hanya saja yang terkena jalan tol tidak dalam satu bidang. "Hanya sebagian-sebagian saja yang terkena. Ada lapangan, sekolah dan gereja. Tapi sebagian kecil saja, sekitar 300 meter persegi," katanya.
Ia berharap, setelah menerima UGK nanti warga terdampak tidak perlu foya-foya tetapi menggunakan UGK tersebut sesuai kebutuhannya. "Ya seperti TKD, kalau dapat dananya belikan tanah kembali, enggak usah foya-foya," kata Subandi.
BACA JUGA : Pembebasan Lahan Tol Jogja-Bawen Mulus, Ganti Rugi Tahap I Beres dalam Waktu 4 Bulan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Galih Alfandi mengatakan kegiatan musyawarah warga di Margodadi tersebut digelar dalam dua hari. Hari pertama Selasa (7/9) dihadiri sekitar 40 warga dan Rabu (8/9) juga dihadiri 40 warga.
Warga terdampak yang diundang diminta untuk mematuhi ketentuan protokol kesehatan. Sebelum masuk, mereka menjalani tes swab Covid-19. "Di Margodadi ada 80 bidang dengan nilai total UGK sebesar Rp46 miliar," katanya.
Dari jumlah bidang terdampak, katanya, tidak semua berupa area persawahan. Ada kurang lebih sekitar 23 bidang berbentuk bangunan dan 47 lainnya merupakan area persawahan. Bidang-bidang terdampak pembangunan tol berada di padukuhan Kadipiro, Mranggen, dan Druju.
Pada akhir Agustus lalu, kata Galih, kegiatan musyawarah warga digelar di Kalurahan Margomulyo, Seyegan. Di kalurahan ini terdapat 129 bidang terdampak, khususnya di padukuhan Jamblangan. Total nilai UGK yang disiapkan sebesar Rp87,8 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Perpanjang SIM di Jogja Agustus 2026 bisa lewat SIM Keliling dan Drive Thru. Cek jadwal, lokasi, syarat, serta biaya perpanjangannya.
Jadwal perpanjang SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di SIMMADE, MPP, Satpas hingga Simenor Ngabuburit. Cek lokasi dan jam layanan.
BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena tak layak sanitasi. Sebanyak 3.000 dapur lainnya masih menjalani pemeriksaan.
WhatsApp menghadirkan Meta Business Agent untuk bisnis Indonesia. Agen AI ini membantu melayani pelanggan 24 jam dan mempercepat respons hingga penjualan.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.