Ini Perkembangan Terkini Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
06 September 2021 09:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah melalui Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen masih berkonsentrasi menyelesaikan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol tersebut.

Kegiatan seperti musyawarah warga hingga pembayaran uang ganti kerugian (UGK) terus berjalan di tengah penerapan PPKM Level 4.

Hal itu diungkap oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo, Wijayanto. Pembebasan lahan tol Jogja Solo di DIY saat ini masih menunggu proses pembayaran UGK bagi dua padukuhan di Purwomartani, Kalasan.

Baca juga: Catat! Waktu dan Tempat Terjadinya Fenomena Hari Tanpa Bayangan

"Yakni, Dusuh Kadirojo 1 dan Cupuwatu 2. Untuk warga Kadirojo 1 jumlah bidang terdampak 59 bidang dengan estimasi dana UKG Rp38 miliar sementara Cupuwatu 2 jumlah bidang terdampak 109 bidang dengan estimasi UKG Rp139 miliar. Saat ini, baru diproses ke LMAN (untuk proses pembayaran)," katanya, Minggu (5/9/2021).

Sembari menunggu proses pembayaran selesai, kegiatan pembersihan lahan di Purwomartani juga mulai dilakukan meskipun dalam skala kecil. "Kami masih terus berproses, tahap per tahap dilakukan terutama pembebasan lahan ini. Dusun per dusun, sampai semua di bebaskan," katanya.

Humas PT Jasamarga Jogja-Bawen, Banu Subekti mengatakan untuk progres pembayaran UGK sudah terserap sebesar Rp365 miliar untuk Tirtoadi, Mlati. Hingga kini, lahan yang sudah dibebaskan baru seluas 8,6 hektare dari sekitar 47,6 hektare yang dibutuhkan. Adapun estimasi dana pembebasan lahan untuk tol Jogja-Bawen sekitar Rp7,5 Triliun.

Baca juga: Mahasiswa UGM Bikin Permen Anti Diabetes dari Kulit Salak

"Saat ini kami masih konsentrasi pada pembebasan lahan. Kemarin sudah digelar musyawarah warga Margomulyo, selanjutnya dijadwalkan musyawarah warga Margodadi. Semua tahapan terus kami laksanakan sampai semua lahan dibebaskan," katanya.

Adapun rencana konstruksi, kata Banu, masih menunggu persetujuan rencana teknis akhir (RTA) dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Bina Marga KemenPUPR dengan target awal konstruksi jalan tol ini pada akhir tahun 2021 ini.

Saat ini, lanjut Banu, dilakukan dua kegiatan lelang. Pertama seleksi untuk penyedia jasa konsultansi pengendalian mutu independen (PMI) pekerjaan pembangunan jalan tol Jogja Bawen. Kedua seleksi penyedia jasa konsultansi pekerjaan pengawasan teknik paket 1, seksi 1 dan 2 jalan Tol Jogja Bawen.

"Nah, ketika proses ini berjalan ya tentu tidak jauh dengan kegiatan konstruksi. Saat ini masih September sehingga kami kerjar target kegiatan konstruksi pada akhir tahun, kemungkinan dapat dilakukan," ujarnya.

Dijelaskan Banu, proyek jalan tol Jogja Bawen termasuk salah satu program strategis nasional (PSN). Pengerjaannya tergantung juga dari dana yang disediakan oleh LMAN. Anggaran pembebasan lahan sekitar Rp365 miliar itu, sampai saat ini terserap baik. "Kami sudah laporkan ke LMAN dan mengajukan untuk tahap (pembayaran) selanjutnya. Sudah direspon baik oleh LMAN," katanya.