Dispar-Bank BPD DIY Sepakat Kerja Sama Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo (kanan) bersamaDirektur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad saat penandatanganan PKS di SKE, Kamis (9/9/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
10 September 2021 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk memperkuat pengembangan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata (Dispar) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY menandatangani perjanjian kerjasama (PKS), Kamis (9/9/2021). 

Penandatanganan MoU tersebut digelar di Sindu Kusuma Edupark, Sinduadi, Kapanewon Mlati. Kegiatan itu dilaksanakan di sela-sela pelaksanaan vaksinasi dosis kedua bagi ribuan pelaku wisata dan masyarakat. 

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo mengatakan kerjasama Dispar dengan BPD DIY sudah terjalin lama dan intens dengan berbagai program kegiatan. Penandatanganan PKS tersebut bertujuan untuk menformalkan kegiatan-kegiatan yang sudah dikerjasamakan. 

BACA JUGA : Bank BPD DIY Kembali Raih Penghargaan Infobank Award 2021

"Tujuannya untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentu kerjasama ini akan dapat memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya

Dispar terus melakukan kegiatan vaksinasi bagi pelaku wisata di Sleman. Vaksinasi bagi para pelaku wisata sudah sekitar 90% dengan lebih dari 30 kali vaksinasi masal. Dispar juga akan melakukan vaksinasi untuk dosis kedua bagi pelaku wisata. "Pemda DIY mengapresiasi uji coba untuk destinasi wisata. Ada tiga destinasi yang akan diujicoba," katanya. 

Selain Ratu Boko, Taman Pintar destinasi wisata yang diuji coba adalah Watu Lumbung. Keputusan tersebut merupakan keputusan pusat. Selain berdasarkan kuota, dan luas lahan destinasi tersebut juga mendapatkan sertifikat CHSE. 

Hanya saja, singgih belum mendapatkan surat resmi dari Kementerian terkait uji coba pembukaan destinasi wisata itu. "Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk membahas kriteria dan sebagainya. Kami ikuti aturan pusat," katanya. 

Dispar DIY, kata Singgih sudah mengusulan destinasi wisata yang sudah mengantongi sertifikat CHSE. Menurutnya destinasi di DIY yang memperoleh CHSE baru 21 destunasi. "Kami siapkan semuanya dulu, kami pastikan seluruh yang uji coba memiliki CHSE. Masyarakat diharapkan lebih menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin Covid-19," katanya. 

Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan sektor pariwisata salah satu komponen penting masyarakat DIY. Bukan hanya penggerak perekonomian daerah, pariwisata juga menjadi identitas yang penting bagi DIY. "Sebagai mitra Pemda, kami telah menjalin berbagai bentuk kerjasama dengan Dispar DIY. Misalnya, akuisisi alat pembayaran QRIS BPD DIY pada objek wisata," kata Rohmad. 

Penerapan QRIS BPD DIY, katanya, bukan hanya untuk pembayaran tiket masuk tetapi juga ekosistem pendukungnya. Seperti usaha kuliner dan pedagang cinderamata. "Dengan demikian pengunjung akan lebih mudah melakukan transaksi non tunai," ujarnya. 

BACA JUGA : Bank BPD DIY Jadi Sentra Vaksinasi Pelajar Kota Jogja

Ke depan, kata Rohmad, perjanjian kerjasama dengan Dispar DIY, akan dilakukan pada sejumlah program. Seperti integrasi sistem tiket pada aplikasi Visiting Jogja dengan QRIS BPD DIY yang memungkinkan pembayaran tiket masuk objek wisata menggunakan QRIS. Tercatat sebanyak 248 destinasi wisata yang akan diintegrasikan ke dalam aplikasi Visiting Jogja.

"Dengan intergasi ini pengelola destinasi wisata akan dimudahkan dalam pengaturan keuangan, managemen tiket masuk dan terbantu dari segi promosi," katanya.

Selain itu, terdapat program subsidi dan diskon biaya tiket masuk wisata dalam bentuk voucer digital untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata. "Ini juga bentuk dukungan edukasi kepada masyarakat terkait transaksi non tunai. Pengembangan desa wisata di seluruh DIY untuk memanfaatkan sistem pembayaran non tunai," katanya.