Tak Ada Festival, Pengusaha Barang Antik Keluhkan Sulit Penjualan

Pasar Seni Gabusan. - Harian Jogja
11 September 2021 08:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Masih terbatasnya kegiatan massal membuat event atau festival maupun promosi di Pasar Seni Gabusan belum bisa digelar. Dinas Perdagangan Bantul akan memfasilitasi bila peraturan pengadaan kegiatan massal mengalami perubahan.

Festival atau event yang digelar di Pasar Seni Gabusan dinilai dapat mendongkrak pengunjung dan penjualan pedagang-pedagang di dalamnya. Namun Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta menuturkan bila kegiatan semacam itu belum bisa digelar saat ini karena terganjal aturan.

"Rang publik kan ditutup sementara di Inmendagri ada, di Perbub ada. Belum. Jadi, belum bisa [membuat acara untuk meramaikan pasar] yang sifatnya massal," tuturnya pada Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Uji Coba Pembukaan Objek Wisata Taman Pintar Dialihkan ke Gembira Loka Zoo

Kendati demikian Sukrisna memastikan bila Inmendagri menuturkan kegiatan massal boleh digelar, Disdag bantul akan memfasilitasi. Atau bila pedagang hendak mengadakan acara pun, akan diperbolehkan asal sesuai prokes, tentunya bila sudah ada perubahan aturan.

"Pasti itu [difasilitasi], kan masyarakat sudah ngampet sejak lama. Nanti kalau sudah level dua atau satu lah. Sudah level hijau lah istilahnya tidak merah lagi, saya yakin dibuka dengan prokes yang ketat," tandasnya.

Salah satu pedagang barang antik di Pasar Seni Gabusan, Mardepit Yulianto mengungkapkan ia kesulitan menjual barang antik karena selama pandemi tak bisa menggelar festival. Menurutnya festival barang antik mampu menyerap animo masyarakat dan mampu mendongkrak penjualan. "Belum bisa bikin acara keramaian buat membesarkan pasar ini," tuturnya.

"Harapannya lebih dipermudah sama orang dinas pengen bikin acara juga masih bisa. Soalnya untuk meramaikan pasar juga. Kemarin rencananya pengen bikin flea market tiap awal bulan, tapi sementara belum bisa," pungkasnya.