Pemkot Jogja Percepat Vaksinasi dan Fokus Pindah Pasien ke Isoter

Penyandang disabilitas mendapatkan vaksin Covid-19. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
13 September 2021 18:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja akan fokus pada percepatan vaksinasi dan evakuasi pasien Covid-19 ke isolasi terpusat (isoter) guna mengurangi sebaran kasus di masa PPKM level 3 yang berakhir hari ini. Jumlah kasus harian Covid-19 di wilayah itu juga menurun dari waktu sebelumnya.

Komandan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Yudiria Amelia menyebut sampai dengan hari terakhir penerapan PPKM level 3, jumlah kasus aktif di Jogja berkurang cukup signifikan. Jumlah kasus aktif per Senin 13 September ini hanya 391 orang.

BACA JUGA: Menkes: 3.000 Orang yang Positif Covid-19 Jalan-Jalan ke Mal

"Jumlah kasus juga landai, tapi kami lihat ke depan juga karena kelihatannya suasana sudah mulai ramai lagi," katanya, Senin (13/9/2021).

Yudiria menjelaskan pada awal penerapan PPKM level 3 7 September lalu, jumlah kasus aktif di Kota Jogja 541 orang dan kini tinggal 391. Pun demikian dengan jumlah pasien meninggal, sepekan PPKM level 3 hanya ada tiga pasien yang meninggal dunia.

"Kasus sembuh juga meningkat terus, paling banyak pada 9 September yakni sebanyak 121 pasien sembuh," ungkapnya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti meminta masyarakat tidak  euforia berlebihan. Pengetatan dan penerapan protokol kesehatan hendaknya tetap dilaksanakan agar peningkatan kasus tidak lagi terjadi. Pemkot mempercepat capaian vaksinasi serta fokus pada evakuasi pasien yang isolasi mandiri di rumah ke sejumlah isoter.

BACA JUGA: Sultan HB X Keberatan dengan Banyaknya Bus Wisata: Mau Bikin Jogja Merah Lagi?

Menurut Haryadi, data terbaru menunjukkan sebanyak 118.000 warga Kota Jogja belum disuntik vaksin. Padahal, Pemkot Jogja telah mendistribusikan sebanyak 500.000 dosis vaksin. Sebanyak 60 persen penerima  ber-NIK luar Kota Jogja dan 40 persen NIK Kota Jogja. "Kami akan coba koordinasikan dengan camat dan lurah, supaya cakupan vaksinasi cepat," kata Haryadi.

Menurut Haryadi, warga yang menjalani isoman di rumah sangat rentan menularkan anggota keluarga yang lain. "Lurah dan camat juga kami suruh memeriksa kemungkinan pasien isoman di daerah masing-masing. Kami harapkan tidak ada lagi pasien isoman, semua mesti di isoter," ujarnya.