Sleman Ubah Strategi Vaksinasi dengan Menyasar Kalurahan

Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
13 September 2021 06:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi sentra-sentra vaksinasi di DIY beberapa hari lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mulai menjalankan perubahan strategi untuk mengejar target capaian vaksinasi 80% pada akhir Oktober mendatang.

Plt Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan Dinkes akan menfokuskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di setiap kalurahan. Langkah ini dilakukan agar sasaran vaksinasi Covid-19 dapat menyasar warga yang belum divaksin sehingga capaian vaksinasi bisa terpenuhi.

BACA JUGA : Bantul Buka Vaksinasi Angkringan dengan Kuota 100 Per Hari

"Strategi yang akan kami lakukan adalah percepatan vaksinasi massal baik di sentra vaksin maupun reguler di fasilitas kesehatan bekerja sama dengan masing-masing kalurahan," katanya kepada Harian Jogja, Minggu (12/9/2021).

Pemkab sendiri menargetkan capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama sebanyak 80% pada akhir Oktober nanti. Dia optimistis target tersebut tercapai karena saat ini, capaian vaksinasi untuk dosis pertama di Sleman sudah mencapai 62%.

Disinggung soal stok vaksin, Cahya mengatakan sementara stok vaksin masih aman. Di Sleman terdapat empat jenis vaksin dengan rincian, untuk vaksin jenis Sinopharm tersedia 50 dosis, Moderna tersisa 29.834 dosis, AstraZaneca 22.220 dosis dan Sinovac 52.346 dosis.

"Ini data per 10 September. Untuk Sinovac didistribusikan bagi kegiatan vaksinasi di Ponpes (100 dosis) sentra vaksinshopee (4.000 dosis), Dinkes (38.450 dosis), TNI (182 dosis), BIN (1.004 dosis), Bidokes Polda (7.610 dosis) dan Grasia 1.000 dosis," katanya.

Selain menfokuskan kegiatan vaksinasi di masing-masing kalurahan, Dinkes melalui Puskesmas juga mengambil langkah jemput bola agar segera tercapai herd immunity (kekebalan komunal).

BACA JUGA : Pemda Klaim Vaksinasi di DIY Sudah Tinggi, Ini Angkanya

Di Puskesmas Depok 2, misalnya, tim vaksinator menyasar kelompok Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas. "Tim sudah bergerak sejak Rabu, Kamis dan Jumat lalu," kata Kepala UPT Puskesmas Depok 2 Sri Mujianto di Dabag, Condongcatur, Depok.

Di wilayah Dabag ini, tim berhasil menyasar tujuh orang dengan rincian empat ODGJ, seorang penyandang disabilitas, dan dua orang dari pihak keluarga pendamping atau orang tua.

"Sebenarnya kami sudah mengundang kelompok sasaran, tapi partisipasi rendah. Untuk itu kami lakukan jemput bola ke padukuhan," katanya.