Masih Banyak Wisatawan Nekat Masuk Pantai Glagah

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo saat menutup objek wisata pantai Glagah pada Sabtu (3/7/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
13 September 2021 20:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo menemukan masih banyak wisatawan yang nekat masuk ke objek wisata. Padahal, saat ini pemerintah masih menutup destinasi sesuai aturan PPKM Level 3. Objek wisata yang banyak diserbu wisatawan yakni Pantai Glagah.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan pengumuman dari Pemkab Kulonprogo yang menyatakan objek wisata seperti Pantai Glagah ditutup selama PPKM Level 3 tidak diindahkan oleh warga. "Banyak wisatawan yang nekat berkunjung. Kami mengakui ada kebocoran dalam penyekatan meski dalam skala kecil dan wisatawan lokal. Saya kira masih wajar," kata Fajar, Senin (13/9/2021).

BACA JUGA: Kasus Covid Aktif Turun, Banyak Selter di Bantul Kosong

Menurut Fajar, akses utama yang dijaga oleh petugas tidak menyurutkan warga untuk berkunjung ke Pantai Glagah. Pengunjung memanfaatkan jalur tikus untuk menuju ke Pantai Glagah.

Sebagai upaya antisipasi, pada akhir pekan Gugus Tugas berupaya menegakkan aturan dengan memperkatat penjagaan di jalur menuju Pantai Glagah. "Upaya patroli juga kami lakukan secara reguler untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kedatangan wisatawan dalam skala besar yang hendak menuju Pantai Glagah," kata Fajar.

Pemkab Kulonprogo masih menunggu kebijakan dari Pusat terkait dengan pembukaan objek wisata selama penerapan PPKM berjenjang. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan upaya pembukaan objek wisata masih menunggu instruksi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Kesehatan.

"Sesuai dengan Instruksi Mendagri No.39/2021 terkait dengan pembukaan sektor pariwisata di tengah PPKM level tiga, ada sejumlah syarat yang harus terpenuhi. Pariwisata bisa kembali dibuka dengan berbagai pertimbangan, di antaranya destinasi wisata harus mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kemenkes dan Kemenparekraf," kata Joko.

Hingga saat ini Pemerintah Pusat maupun Pemda DIY belum memberikan lampu hijau soal pembukaan destinasi wisata. Oleh karena itu, Joko memastikan belum ada destinasi wisata di Bumi Binangun yang dibuka. "Kami masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Pemda DIY. Untuk kebijakan [pembukaan objek wisata di Kulonprogo] sifatnya top to down," kata Joko.