SMK-SMTI Yogyakarta Gelar Lomba Otomasi

Tes praktik lomba otomasi tingkat internal SMK SMTI Jogja, Rabu (8 - 9). (ist)
14 September 2021 06:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid 19 berdampak di segala sektor, baik kesehatan, ekonomi, pariwisata dan lain–lain. Tidak terkecuali Indonesia yang dilanda wabah Covid 19. Tetapi pandemi bukan menjadi penghalang SMK-SMTI Yogyakarta untuk melaksakan lomba otomasi tingkat internal SMTI.

“Lomba ini menyesuaikan dengan pengalaman belajar yang telah ditempuh siswa di SMK-SMTI Yogyakarta yaitu jurusan Teknik Mekatronika yang ditempuh dalam empat tahun,” kata Deky Martanto, guru Teknik Mekatronika yang menjadi salah satu juri lomba dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (13/9).

SMK-SMTI Yogyakarta merupakan SMK Negeri di bawah Kementerian Perindustrian. lomba otomasi digelar bekerja sama  dengan PT Toyota Boshoku Indonesia. Lomba otomasi dilakukan selain untuk mengasah kompetensi siswa, juga untuk mencari calon potensial untuk direkrut magang maupun menjadi karyawan man power di bidang maintenance otomasi.

Lomba diikuti oleh siswa kelas 12 Teknik Mekatronika maupun kelas 13 Teknik Mekatronika hingga alumni Teknik Mekatronika ini, dilaksanakan dengan beberapa tahap tes dengan sistem gugur. Pada tes tahap pertama sebanyak 37 siswa telah mendaftar dan mengikuti tes pertama berupa tes online mengoperasikan PLC.

Para siswa diminta mengerjakan soal yang sudah ada dengan menggunakan aplikasi bernama PLC Ladder Simulator. Tes yang telah dilaksanakan pada 11 Agustus 2021 dana peserta akan diseleksi menjadi 24 orang sesuai peringkat siswa untuk kemudian mengikuti tes kedua.    

“Tes tahap kedua berupa interview online yang dilaksanakan pada 17 Agustus 2021. Tes ini bertujuan mencari tahu motivasi siswa dalam mengikuti lomba ini, dan juga kesiapan siswa untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki ke dunia kerja,” katanya.   
Setelah lolos interview online, kata Deky, ada tes ketiga, yaitu tes praktik. Tes praktik diadakan pada Rabu (8/9). Peserta yang berhak mengikuti tes praktik  adalah siswa dengan peringkat 16 besar. “Sebelum melaksanakan tes praktik, siswa diminta melaksanakan swab antigen untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Deky, saat pelaksaaan lomba juga dengan menjaga jarak antar peserta lomba. Selain itu lomba menggunakan sistem shift rolling untuk memastikan siswa dapat benar benar mengoperasikan mesin yang diujikan (one man one machine).

Penjurian dilakukan oleh dua guru Teknik Mekatronika pada masing masing jenis tes praktik. Hasil akhir dari tes praktik ini didapatkan peringkat tiga besar yang akan diteruskan ke PT Toyota Boshoku Indonesia untuk ditindaklanjuti. “Kami berharap dengan lomba ini perusahaan lain juga tertarik mengikuti konsep yang sama sehingga didapatkan calon karyawan yang kompeten dan terintegritas,” katanya.