Sistem Mina Padi Untungkan Petani Sleman

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama sejumlah pejabat Pemkab Sleman mengikuti panen ikan nila KPI Mina Makmur, Ngagul Agulan, Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Senin (13/9 - 2021). Ist
14 September 2021 04:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kelompok Petani Ikan (KPI) Mina Makmur, Ngagul Agulan, Sendangrejo, Kapanewon Minggir melakukan panen ikan nila, Senin (13/9/2021). Panen ini dihasilkan dari pola penanaman padi yang dikombinasikan dengan kolam ikan.

Ketua KPI Mina Makmur, Marjono mengatakan budidaya mina padi kolam ini memanfaatkan lahan sawah seluas 5.000 meter persegi. Varietas padi yang digunakan berupa padi jenis IR 64 dengan bibit ikan nila sebanyak 175 Kg.

"Modal awal Rp21,8 juta. Dalam waktu tiga bulan, lahan yang kami garap mampu memanen 1,24 ton Ikan nila dan 5,12 Ton padi. Dalam waktu tiga bulan dan satu kali musim tanam, kami dapat menghasilkan Rp38 juta," ujarnya, di sela-sela kegiatan panen.

Menurutnya, pola tanam menggunakan sistem mina padi berdampak positif bagi petani. Petani mampu mengurangi biaya pemeliharaan padi seperti pemupukan yang hanya dilakukan sekali. Petani juga mampu melakukan penyiangan padi hanya sekali karena rumput yang tumbuh dimakan ikan.

"Tidak kalah pentingnya, pola penanaman dengan sistem mina padi ini dilakukan tanpa pemberian pestisida. Jadi pola tanam seperti ini sangat menguntungkan bagi warga. Baik dari segi waktu, tenaga hingga keuntungan ekonominya," kata Marjono.

Baca juga: Rekor! Pertama Setelah 4 Bulan, Kasus Harian Covid di DIY di Bawah 100

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menjelaskan program mina padi cukup signifikan untuk meningkatkan produksi perikanan di Sleman. Dari tahun ketahun, katanya, produksi perikanan, baik produksi benih maupun ikan konsumsi di Sleman mengalami peningkatan rata-rata 16,89 %.

"Namun pada tahun 2020 karena kondisi pandemi Covid-19, produksi ikan konsumsi dan benih di Sleman mengalami penurunan sebesar 19,59 persen dibandingkan tahun 2019, yaitu hanya sebesar 54.000 ton lebih," kata Kustini.

Kustini menjelaskan, berbagai teknologi telah dikembangkan di Sleman untuk terus meningkatkan produksi perikanan. Di antaranya budidaya ikan dengan sentuhan teknologi kincir (Sibudi Dikuncir), minapadi kolam dalam, budidaya udang dengan padi (UGADI), budidaya ikan gurami dengan sistem booster dan budidaya ikan dengan sistem bioflok untuk ikan lele.

"Semoga dengan berbagai macam teknologi yang berkembang di Sleman akan memberikan dampak positif untuk meningkatkan hasil produksi dan meningkatkan pendapatan masyarakat," katanya.