Pria Bantul Bobol Ponsel Tetangga, Modus WhatsApp Palsu Raup Rp20 Juta
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berfoto bersama perwakilan anak penerima Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak DIY 2021 yang digelar di Kompleks Kepatihan pada Kamis (16/9/2021)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Kebudayaan DIY menganugerahkan Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak DIY 2021 pada 10 anak yang digelar di Kompleks Kepatihan pada Kamis (16/9/2021). Penganugerahan ini diharapkan mampu menjadi semangat bagi generasi muda dalam pelestarian dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya konsistensi Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan untuk memberikan apresiasi dan dukungan kepada anak berprestasi demi melahirkan sosok-sosok generasi muda budaya.
Dian menyebut, Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya Anak Kegiatan Penghargaan Seniman dan Budayawan adalah bagian dari dukungan, kontribusi, serta apresiasi pemerintah kepada para pelaku seni dan budaya anak yang ada di DIY. Kegiatan awal dilaksanakan dengan publikasi informasi sejak 1 Februari – 30 April 2021.
"Para calon peserta mengajukan syarat-syarat administrasi yang dibutuhkan untuk dikirimkan ke Dinas Kebudayaan baik melalui daring maupun luring melalui pengiriman langsung ke Kantor Dinas Kebudayaan. Mereka mesti menyertakan piagam prestasi dan juga foto atau video berisi karya dan aktivitas kebudayaan yang telah dilakukan," kata Dian.
Dewan juri kemudian melakukan seleksi berdasarkan penelitian kelengkapan berkas sekaligus uji kompetensi bidang terhadap 65 calon penerima yang telah lolos seleksi administrasi. Pada seluruh proses penilaian baik seleksi administrasi, wawancara dan praktik seni dari keterampilan masing-masing anak, aspek penilaian didasarkan pada unsur attitude, skill, dan juga social effect.
Baca juga: Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Bingung karena Punya Sisa Lahan Segitiga yang Tak Diganti Rugi
Kemudian terpilih 10 anak yang dinilai paling unggul dalam prestasi dan karyanya sesuai dengan minta maupun bakat yang beragam. "Harapan kami, semoga karya nyata para penerima Apresiasi Prestasi Seni dan Budaya dapat memicu kesadaran dan motivasi setiap anak untuk berdedikasi dan menjadi media ruang belajar bersama diantara anak-anak dan remaja," imbuh Dian.
Sementara, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya berpesan agar kaum muda terutama generasi milenial bahwa membanggakan minat pada seni dan budaya hendaknya bisa dipelajari dari hal-hal kecil dan kerap ada di lingkungan terdekat. Apalagi kecanggihan teknologi lewat sosial media kian memudahkan dalam mengakses berbagai informasi terkait dengan kekayaan budaya tradisional.
Sultan mengakui bahwa di masa sekarang keinginan generasi muda untuk mempelajari dan menaruh minat pada aktivitas seni dan budaya tradisional minim. Mereka cenderung lebih suka pada budaya yang modern dan kekinian. Padahal, budaya dan seni tradisional kekayaan nusantara banyak menarik minat warga asing hingga mereka mampu mengolahnya kembali dengan kreasi yang baru serta melakukan improvisasi dan eksplorasi lewat ciptaan karya yang kaya.
"Momentum pemberian apresiasi seperti ini harus menjadi peringatan agar kita tidak kehilangan seni dan budaya milik sendiri," kata Sultan.
Menarik minat generasi muda pada aktivitas seni dan budaya tradisional menurut Sultan juga tidak bisa dilakukan hanya dengan wacana dan idealisme semu. Namun perlu upaya konkret dengan sosialisasi secara persuasif agar minat itu bisa tumbuh di kalangan generasi muda.
"Contohnya seperti gelaran musikal Royal Orchestra dan Beksan Lawung Ageng atau tari Lawung Ageng yang digelar serta mampu menarik minat generasi muda. Semua itu adalah upaya dalam mendekatkan seni tradisional dengan selera anak muda melalui sosial media yang saat ini menjadi tren. Ini juga sebagai peringatan bahwa kita hendaknya jangan sekadar menjadi penonton namun perlu pula aktif terpanggil dalam pelestarian kebudayaan lokal," imbuh Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Pendapatan Gunungkidul 2025 mencapai Rp2,067 triliun. PAD melampaui target, namun DPRD masih memberi sejumlah catatan untuk belanja dan infrastruktur.
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Proyeksi rupiah hari ini diperkirakan melemah di tengah penantian data ekonomi AS dan rilis neraca perdagangan serta inflasi Indonesia.
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
Dua pria yang viral karena melawan arus dan menantang pengendara di Jogja ditilang polisi usai menyerahkan diri ke Polresta Jogja.