Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ketua BPPD DIY, GKR Bendara (dua dari kiri) dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa (dua dari kanan) saat meluncurkan Gerakan Wisata Sehat di Sentrum Space, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Jumat (17/9/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Mengusung tema Panduan Penerapan Protokol Kesehatan pada Daerah Penyelenggara Kegiatan Wisata, Pemkab Sleman bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY meluncurkan Gerakan Wisata Sehat.
Kegiatan berlangsung di Sentrum Space, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Jumat (17/9/2021). Gerakan ini menjadi upaya mendukung program wisata dan ekonomi kreatif dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi khususnya di sektor pariwisata.
Ketua BPPD DIY, GKR Bendara mengatakan Kabupaten Sleman memiliki potensi wisata yang istimewa mulai dari desa wisata hingga creative space bagi semua kalangan agar bisa berjejaring dan menumbuhkan peluang baru. Ia juga mengapresiasi Pemkab Sleman yang terus menggiatkan pariwisata yang berstandar protokol kesehatan (prokes) dan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif.
“Melalui Gerakan Wisata Sehat yang terus diupayakan, BPPD DIY berharap dengan turunnya status PPKM menjadi Level 3, maka bisa menjadi motivasi membangkitkan ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengharapkan para pelaku wisata beserta seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Sleman dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menyongsong kehadiran wisatawan dengan tetap melaksanakan prokes secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19.
Untuk mendukung Gerakan Wisata Sehat, Pemkab Sleman terus mendorong pelaku wisata untuk mendapatkan sertifikat CHSE yakni Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) dari Kemenparekraf.
“CHSE pada dasarnya adalah penerapan protokol kesehatan di bidang pariwisata. Sertifikasi ini merupakan bukti bahwa pelaku usaha wisata telah memiliki, menerapkan, hingga meningkatkan protokol kesehatan di usahanya masing-masing. Selain itu, wisatawan dan masyarakat dapat merasa terjamin dengan pemenuhan standar protokol kesehatan CHSE,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.